-->

Notification

×

iklan

Iklan

ALS, Bus Legendaris dengan Trayek Terjauh di Indonesia

Minggu, 04 April 2021 | 09.47 WIB Last Updated 2021-04-04T02:47:54Z
Bus lintas Sumatra-Jawa, ALS.(ist).
Medan(DN)
Yang sering berpergian dari Sumatra-Jawa atau sebaliknya, pasti tidak asing dengan bus dari PO ALS (Antar Lintas Sumatera). Bus yang identik warna hijau ini merupakan salah satu PO legendaris asal Tanah Sumatera. Perusahaan transportasi penumpang dan barang ini telah ada sejak tahun 60-an.

Untuk rute terjauhnya, PO bus ini memiliki rute dari kota Medan menuju ke Jember, begitu juga sebaliknya, dengan jarak perjalanan sekitar 2.920 km. Waktu yang ditempuh untuk perjalanan tersebut sekitar satu minggu, bahkan bisa lebih.

Untuk itu, bisa dibilang PO ALS merupakan salah satu PO dengan rute terjauh, dan ada juga yang menyebut bahwa PO ALS salah satu yang mengoperasikan rute terpanjang di Asia Tenggara.

"Banyuwangi-Aceh, Banyuwangi-Medan, dan Jember-Medan. Itu busnya PO ALS. Memang untuk rute terjauh masih dipegang dia. Dan kalau diukur secara jarak, itu kayak dari ujung Eropa (Barat) ke ujung Eropa (Timur)," ujar Ketua Umum BusMania Community, Zaenal Arifin, dihubungi detikOto, belum lama ini.

Sejarah PO ALS sendiri dimulai dari tahun 60-an, dan terus mengembangkan diri hingga saat ini dan merupakan salah satu bus terbaik di Indonesia.

Nama ALS sendiri merupakan akronim dari Antar Lintas Sumatera. Perusahaan bus ini telah berdiri sejak 29 September 1966 di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Diawal pendiriannya, PO ALS melayani trayek Medan-Kotanopan lalu kemudian mengembangkan trayek Medan-Bukit Tinggi. Di tahun 1972, PO ALS melebarkan jangkauannya dengan membuka berbagai kota di Sumatera, seperti ke Banda Aceh, Padang, Pekan Baru, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung.

PO yang satu ini pun akhirnya mendapatkan banyak pelanggan setianya di Sumatera. Bahkan menurut bosbis.com, pada tahun 1970an ALS sudah bisa mengantarkan penumpang dari Sumatera ke jawa.

Padahal saat itu belum tersedia transportasi kapal feri ro-ro untuk menyeberangkan bus di Selat Sunda. Dimana saat itu PO ALS mampu mengajak kerjasama jasa transportasi lain untuk menyeberangkan penumpangnya.

Barulah pada sekitar tahun 1980-an, kapal feri ro-ro tersedia di Selat Sunda. Setelah itu, mulailah PO ALS menginjakan rodanya ke tanah Jawa dengan membuka trayek langsung ke Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Setelah sukses dengan trayek dari Sumatera ke kota-kota besar di pulau Jawa, PO ALS mulai ke kota kecil seperti trayek ke Malang dan Jember. Tidak berpuas diri di pulau Jawa saja, perusahaan bus asal Sumatera ini juga mulai menginjakan rodanya di pulau Bali.

Dari segi armadanya, PO ALS sendiri terlihat memperbaharui busnya. Namun bus Sumatera ini setia mempertahankan warna hijau pada livery-nya. Dari segi bus, PO sangat hati-hati memilih model bus dari karoseri. Mengingat jalur jalanan Sumatera yang menjadi trayeknya sangatlah menantang.

Untuk pilihan kelasnya, PO ALS tersedia kelas AC Ekonomi dan Super Eksekutif dengan fasilitas seprti AC, bantal, makan, minum, musik, port charger, selimut, dan lainnya.

Selain PO ALS, masih banyak lagi PO-PO asal Sumatera yang memiliki trayek jauh seperti Putera Pelangi, PO SAN, PO ANS, dan PO Medan Jaya. "Dengan trayek-trayek jauh itu, mereka justru sangat semangat untuk mencari penumpang," sambung Zaenal.

"(Selain bus-bus Sumatera) ada bus-bus lain dengan trayek jauh, seperti yang melayani trayek Jakarta-Bima," katanya lagi.

Bus-bus dengan trayek terjauh di Indonesia tentunya memakan waktu perjalanan hingga berhari-hari. Maka itu, calon penumpang perlu fisik yang prima untuk menempuh jarak panjang tersebut.(red/bosbis/dtc).
×
Berita Terbaru Update