-->

Notification

×

iklan

Iklan

Sepanjang Januari-Februari, KMM Cabang Samosir 1 Urutan Wahid SHU Tertinggi

Selasa, 02 Maret 2021 | 15.17 WIB Last Updated 2021-03-02T09:14:43Z
Kunjungan kerja Ketua KMM Drs Tumbur Naibaho MM AAAIJ FSAI ke Cabang Samosir 1 beberapa waktu lalu.
Samosir(DN)
Setelah sukses menutup tahun buku 2020 pada RAT awal tahun 2021 lalu, sebagai kantor cabang urutan 21 tertinggi Sisa Hasil Usaha (SHU), Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Makmur Mandiri cabang Samosir 1 kembali meraih pencapaian luar biasa.

Kali ini, kantor cabang yang beralamat di Onan Baru, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Pangururan tersebut sukses mengawali bulan Maret 2021 menjadi kantor cabang SHU tertinggi dari 155 kantor cabang KSP Makmur Mandiri se-Indonesia.

Hal ini disampaikan Manajer KSP Makmur Mandiri Cabang Samosir I, Sondang Sinurat, yang juga Koordinator Wilayah (Korwil) KMM Sumbagut II, Selasa, 2 Maret 2021.

"Sesuai rilis KMM pusat, yang merilis 30 kantor cabang dengan SHU tertinggi, kumulatif pencapaian Samosir 1 pada Januari-Februari, saat ini merupakan tertinggi dari seluruh cabang KMM se-Indonesia. SHU kita di Januari sebesar Rp 120.505.001, untuk Februari Rp 113.741.224. Sehingga totalnya sebanyak Rp 234.246.225, unggul sementara dari Cikampek 1 (urutan 3) yang RAT tahun 2020 di urutan pertama," kata Sondang Sinurat.

Atas pencapaian itu, Manajer KSP Makmur Mandiri Cabang Samosir 1, Sondang Sinurat mengaku bangga atas kerja keras dan kebersamaan yang terjalin diantara sesama pengurus di Samosir 1.

Menurutnya, pencapaian ini baru permulaan tahun, masih ada 10 bulan lagi. Ia berharap kedepan agar kerjasama yang baik para karyawan KMM Samosir 1 semakin terjalin erat guna meningkatkan kinerja dalam memajukan koperasi yang dibentuk putra kelahiran Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir tersebut.
SHU tertinggi sepanjang Januari-Februari 2021.
"Prestasi ini untuk kita semua rekan-rekan kerja kami di Samosir 1. Kiranya prestasi ini semakin mendorong kita untuk meningkatkan kerjasama dan kekompakan dalam memajukan Makmur Mandiri. Sehingga kedepan kepercayaan masyarakat kepada Makmur Mandiri semakin bertambah dan dipercayai," tuturnya.

Sumbagut II Salurkan Pinjaman MURI kepada 200 Anggota
Terkait perkembangan di wilayah Sumbagut II, dikatakan ditengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda, 10 kantor cabang Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri (KMM) yang berada dibawah naungan Wilayah Sumut II terus berpacu menggenjot kinerjanya.

“Kami bersama 10 kantor cabang KMM yang semuanya berada di Kabupaten Samosir, berupaya untuk terus menjaga pertumbuhan usaha di tengah tantangan yang tidak ringan akibat dampak Covid-19,” ujar Koordinator Wilayah (Korwil) KMM Sumut II itu.

Selain berupaya meningkatkan kinerja dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk bergabung menjadi anggota KMM, para manajemen di Wilayah Sumut II juga mengoptimalkan penyaluran pinjaman modal usaha mandiri (MURI) agar semakin memberikan kontribusi signifikan bagi pemulihan ekonomi anggota.

Dalam penyaluran pinjaman MURI, kami tetap fokus untuk kelompok mikro kecil. Ini disertai dengan jangka waktu angsuran yang pendek rata-rata dibawah 24 bulan. “Kami tetap fokus membiayai usaha anggota di usaha mikro kecil dengan suku bunga yang kompetitif. Dimana dalam rangka menyambut HUT ke-12 KMM, suku bunga hanya dipatok 1,2% turun dari sebelumnya 1,8% perbulan,” ungkap Sondang.

Dirinya menambahkan, sepanjang bulan Januari-Februari 2021, kinerja 10 cabang yang ia bawahi mencatatkan telah membantu 200 anggota KMM dalam pemulihan usaha mereka melalui pinjaman MURI. Dimana di bulan Januari disalurkan kepada 87 anggota dan bulan Februari 113 anggota.

"Secara jumlah anggota, di bulan Januari-Februari, KMM Samosir 3 berada diurutan pertama dengan menyalurkan pinjaman MURI kepada 31 anggota," tambahnya.
Produk KMM, Pinjaman MURI bantu modal usaha anggota dalam pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19.
Dijelaskan, pinjaman MURI yang tersalur pada bulan Februari di Wilayah KMM Sumut II sebesar 758 juta rupiah atau mengalami kenaikan dibanding penyaluran pada bulan Januari lalu sebesar 649 juta rupiah.

Menurut Sondang Sinurat, guna memaksimalkan kinerja, Korwil Sumut II senantiasa melakukan pendekatan intensif dengan anggota untuk memetakan kebutuhan anggota dan memasarkan produk secara lebih kreatif. Juga melakukan kunjungan ke kantor cabang di wilayahnya minimal satu kali perbulan.

"Hal ini diharapkan dapat membangun kekompakan dan menyamakan visi di tim untuk mencapai target dan mendongkrak produktivitas," pungkasnya.

KMM Optimis Capai Target
Sebelumnya, dengan berbagai inovasi juga didukung kinerja dan produktivitas pengurus serta dukungan penuh anggota, koperasi yang baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan kembali mencatatkan diri dalam jajaran 100 Koperasi Besar di Indonesia, optimis mencapai target tahun 2021.

"Meski tahun ini masih dibayangi kondisi perlambatan ekonomi, tetapi peluang bisnis masih terbuka lebar. Kita optimis, hingga akhir tahun 2021 nanti, KMM akan mampu menggapai kekayaan Rp 1 trilyun dan SHU Rp 12 M. Juga kantor cabang sebanyak 170 yang nantinya tersebar di 26 propinsi se-Indonesia dan anggota sebanyak 100.000 orang," ujar Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM AAAIJ FSAI.
Pengurus pusat KMM.
Hal ini juga ditunjang dengan dukungan dan kepercayaan pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM. Dimana pada tahun 2020, KMM mendapat kepercayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dana Bergulir (LPDB KUMKM) yang memberikan Pinjaman Modal Kerja Rp 150 miliar yang telah disalurkan di 2020 dan 50 miliar lagi di 2021.

Dana dari LPDB KUMKM ini digunakan khusus untuk membantu modal kerja para anggota. Harapannya, di tengah situasi pandemi Covid 19 ini, usaha anggota dapat cepat bangkit kembali.

Dalam penyaluran pinjaman, KMM tetap fokus untuk kelompok mikro kecil dengan plafon pinjaman di bawah Rp10 juta. Ini disertai dengan jangka waktu angsuran yang pendek rata-rata dibawah 24 bulan. “Kami tetap fokus membiayai usaha anggota di usaha mikro kecil dengan suku bunga yang kompetitif,” ungkap Suami Jusniar Simbolon itu.

Penyaluran kredit yang dilakukan KMM disertai dengan prinsip kehati-hatian sebagai bagian dari mitigasi risiko kredit. Sampai saat ini angka pinjaman bermasalah (non performing loan/NPL) KMM berada di bawah 1,5%. Ini sebagai bukti risiko pinjaman terkelola dengan baik.(SBS).
×
Berita Terbaru Update