-->

Notification

×

iklan

Iklan

Pengungkapan Ladang 144,5 Ton Ganja, Kompol Ocha Semakin Mantap Berantas Narkoba

Jumat, 12 Maret 2021 | 04.56 WIB Last Updated 2021-03-12T01:05:34Z
Foto: Sosok Wakasat Narkoba Polres Metro Jakbar Kompol Rosana Albertia Labobar atau Ocha di balik pengungkapan ladang 144,5 ton ganja. (Karin/detikcom)
Jakarta(DN)
Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar jaringan pengedar ganja. Tak tanggung-tanggung, jajaran Satresnarkoba Polres Jakbar juga menyita ladang ganja seluas 12 Ha di Sumatera Utara dari jaringan narkoba ini.

Namun di balik kesuksesan Polres Jakbar dalam mengungkap narkoba ini, tidak banyak yang tahu ada sosok Polwan yang ikut terjun langsung ke lapangan. Dialah Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Ronasa Albertina Labobar.

Akpol 2007 yang akrab disapa Ocha ini sebetulnya sudah tidak asing lagi dalam pemberantasan narkoba. Untuk diketahui, Ocha juga pernah terlibat dalam pengungkapan kasus narkoba fenomenal, 1 ton sabu di Pantai Anyer, Banten pada 2017 silam.

Lalu bagaimana kisahnya dalam pengungkapan ladang ganja ini? Ocha mengaku perjalanan ke ladang ganja ini tidaklah mudah. Butuh kesiapan fisik dan mental untuk terjun langsung ke lokasi. Apalagi, cuaca kurang mendukung saat itu.

"Pada saat di perjalanan lumayan sulit dijangkau karena perjalanan kaki yang lumayan jauh kemudian situasinya juga cukup terjal. Untuk naik aja kita harus merayap, pada saat turun situasi cuaca udah nggak bagus udah mulai hujan itu becek dimana-mana," ujar Ocha saat berbincang dengan detikcom di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (9/3/2021).

Medan lokasi cukup terjal. Perjalanan ke ladang pun memakan waktu yang cukup lama dan melelahkan. "Kita dari Kota Mandailing Natal ke sana perjalanan mobil kurang lebih 2 jam nyampe di desa Hutatinggi, kemudian kita naik mobil offroad gitu ke desa yang lebih dalam lagi itu kurang lebih perjalanan 1 jam dari situ kita jalan kaki tracking 3 jam," jelasnya.

Saat di perjalanan, Ocha dan tim sempat menghadapi kendala. Salah satunya ialah garda mobil yang dia tumpangi pecah sehingga dia harus jalan kaki selama 3 Km karena mobil yang dia naiki ialah mobil terakhir dalam rombongan.

"Gardannya pecah kemudian kita harus jalan kaki kurang lebih 3 kilo jalan kaki karena mobil itu yang terakhir jadi yang di depan tidak monitoring bahwa mobil kami itu mogok kan," ungkapnya.

"Kami harus jalan kaki ke sana, itu kendala pertama sih. Tapi pada saat naik ke atas gunung itu ke ladang ganja itu Puji Tuhan nggak ada kendala sih. Memang kalau capek ya capek banget. Nafas itu udah ada di ujung hidung kan karena memang situasinya sangat tidak memungkinkan untuk jalan kaki," lanjutnya.

Pantang Menyerah
Ocha juga mengungkapkan motivasinya ikut ke lokasi ladang ganja tersebut. Ocha merasa tertantang untuk terjun langsung ke ladang ganja, mengingat sebelumnya ia pernah mengungkap sabu, ganja kering hingga ekstasi.

"Nah itu motivasi saya, semangat saya. Saya nggak pernah putus asa--aduh saya nggak mampu, aduh saya nggak kuat--enggak. Itu bukan saya banget. Saya mentalnya kuat kalau untuk seperti itu, jadi ketika diperintahkan saya malah mau dan mengajukan diri saya harus ikut karena itu merupakan poin terpenting buat saya," ungkap mantan Wakasat Narkoba Polresta Depok itu.

Ocha mengatakan perjalanannya mengungkap ganja itu memakan waktu selama tiga hari. Menurutnya, ini merupakan pengalaman yang tidak mungkin dilupakan.

"Tentunya ini menjadi contoh kepada satuan lainnya misalnya Polres mana atau Polda mana bahwa kita harus mampu mengungkap kasus sampai akar-akarnya, jika menemukan tindak pidana narkoba dalam bentuk apapun harus memotivasi diri untuk mengungkap sampai akar-akarnya, sampai ke ladang ganja, yakin pasti bisa," tutupnya.
Polres Jakbar bongkar ladang ganja di Sumut, 114,5 ton ganja disita. (Karin/detikcom)
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat membongkar jaringan narkoba di Sumatera Utara. Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti seberat 144,5 ton ganja.

"Saya akan rilis pengungkapan kasus narkoba jenis ganja yang telah diungkap satnarkoba Polres Metro Jakbar. Ada sekitar 144,5 ton ganja yang berhasil disita oleh Polres Metro Jakbar," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (9/3/2021).

Jumlah tersebut terdiri dari 500 kg ganja siap edar yang sudah dikemas dengan berat masing-masing 1 kg. Kemudian, 144 ton ganja selanjutnya berhasil diamankan dari ladang ganja seluas 112 hektare.

Fadil Imran mengatakan kasus ini merupakan pengembangan dari bandar narkoba yang sudah divonis 15 tahun penjara di PN Jakarta Barat.

"Kasus ini bermula dari pengungkapan pengedar ganja atas nama saudara Andri Hidayat pada sekitar bulan Juli tahun 2020 dan terhadap tersangka sudah dihukum Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan vonis 15 tahun penjara," kata Fadil.

Kemudian, tim dari Polres Metro Jakarta Barat tidak berhenti di situ saja. Kepolisian terus melakukan pengembangan sehingga saat ini berhasil mengamankan 9 tersangka. Tidak hanya itu, Satnarkoba Polres Jakarta Barat juga membongkar ladang ganja di Mandailing Natal, Sumatera Utara.

"Tim kemudian cari sumber sampai lokasi ladang ganja. Sehingga secara berturut-turut mulai Juli 2020 hingga Februari 2021 tim Satnarkoba Polres Metro Jakbar berhasil amankan 9 orang tersangka dan secara berjenjang mulai dari pengedar di lapangan, bandar, kurir yang membawa dari Pulau Sumatera, sopir dan kemudian ladang ganja," paparnya.

Dari kasus ini, berhasil diamankan barang bukti berupa 520 kilogram ganja, 12 hektare ladang ganja dengan perkiraan menghasilkan 144 ton ganja, 17 batang tanaman ganja dari ladang, dan 12 kg ganja kering campur biji ganja dari ladang.(red/detikcom).
×
Berita Terbaru Update