-->

Notification

×

iklan

Iklan

Ketua PAC PDIP Sianjur Mulamula Ngaku Diintimidasi, Romauli: Itu Nggak Betul!

Rabu, 24 Maret 2021 | 19.54 WIB Last Updated 2021-03-24T13:20:18Z
Ketua PAC PDIP Sianjur Mulamula Jonter Simbolon bersama pengurus DPC saat mendatangi Mapolres Samosir. 
Samosir(DN)
Didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir, Sorta E Siahaan, Sekretaris Karmin Simbolon, Wakil Ketua Marsius Lumbanraja dan puluhan pengurus, Jonter Simbolon selaku Ketua PAC PDIP Sianjur Mulamula mendatangi Mapolres Samosir, Rabu (24/3).

Jonter Simbolon bersama rombongan langsung memasuki ruang pelayanan SPKT Mapolres Samosir. Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan intimidasi dan meminta perlindungan pengamanan kepada polisi.

Ketua PAC Sianjur Mulamula, Jonter Simbolon mengaku bahwa dirinya mengalami intimidasi dan pengancaman oleh Romauli Panggabean yang notabene merupakan kader PDIP yang baru-baru ini dipecat.

Saat gelar pengaduan, Ketua PAC PDIP Sianjur Mulamula, Jonter Simbolon mengaku bahwa sejak Minggu-Senin (21-22/3), mulai dari suruhan hingga Romauli Panggabean didampingi suaminya (JB), mendatanginya untuk menandatangani surat pernyataan bahwa suratnya ke DPC PDIP Samosir beberapa waktu lalu yang menyatakan Romauli Panggabean tidak loyal adalah tandatangan palsu.

"Mendengar permintaan mereka, secara tegas saya menolak dan matipun saya tidak akan mengatakan tandatangan saya dipalsukan," tutur Jonter kepada polisi, menirukan ucapannya kepada Romauli.

Menurutnya, mendengar jawaban itu, Romauli masih terus membujuknya, meminta tolong menandatangani surat pernyataan bahwa tandatangan Jonter Simbolon ke DPC, dipalsukan.

Mendengar penjelasan itu, polisi meminta Jonter Simbolon untuk membuat surat pengaduan masyarakat (Dumas) ke polisi, karena unsur pidananya belum memenuhi unsur.

Dikonfirmasi, Romauli Panggabean membantah tuduhan tersebut. Dirinya menuturkan bahwa benar ada pertemuan dengan Jonter Simbolon, namun tidak benar diintimidasi apalagi pengancaman.

"Itu nggak betul ito. Benar ada pertemuan tapi tidak ada pengancaman. Ada koq saksi yang melihat dan mendengar," ungkapnya.(red).
×
Berita Terbaru Update