-->

Notification

×

iklan

Iklan

Gegara Sakit Hati, Selebgram Makassar Tewas Ditikam Teman Kencannya

Sabtu, 06 Maret 2021 | 11.03 WIB Last Updated 2021-03-06T06:03:08Z
Selebgram Makassar Dibunuh - Sosok AS dan almarhum AP Selebgram Makassar semasa hidup.(TribunTimur).
Makassar(DN)
AP (20) seorang selebgram di Makassar ditemukan tewas di salah satu wisma di Jalan Topaz, Kecamatan, Panakkukang, Makassar pada Jumat (5/3/2021) sekitar pukul 05.00 WIB.

Ia diduga tewas setelah ditikam dengan pisau dapur oleh teman perempuannya yang bernama AS (19). AS tercatat sebagai salah satu mahasiswi di kampus ternama di Makassar.

Melansir dari TribunTimur, saat kejadian, AP berhasil keluar kamar dengan kondisi bersimbah darah menuju ke resepsionis. Ia sempat meminta tolong hingga kemudian menghembuskan napas terakhir saat dilarikan ke rumah sakit. Dia diduga tewas karena kehabisan darah.

AS kemudian diamankan dan dimintai keterangan oleh polisi.

Gadis 19 tahun tersebut mengaku mengenal AP di media sosial sejak enam bulan yang lalu. Mereka pun mulai dekat. Hingga akhirnya kedekatan mereka merenggang dan AP akan memutuskan hubungan mereka.

AS mengaku sudah berusaha melakukan berbagai cara agar AP tidak meninggalkannya. Bahkan dia sempat mengaku hamil kepada AP. Namun upaya tersebut tidak direspons oleh korban.

Di hari kejadian, sekitar pukul 03.00 Wita, AS berusaha menghubungi AP. Mereka kemudian janji bertemu di salah satu minimarket. "Saya sebelumnya alasan orangtua keluar sebentar mau beli sesuatu di Indomaret," ujar dia.

Setelah bertemu, mereka berdua menginap di salah satu wisma di Jalan Topaz sekitar pukul 03.14 WIB.

Diduga AS telah merencanakan penikaman karena ia membawa pisau dapur. Di wisma tersebut, AS menganiaya AP.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Panakukkang Iptu Iqbal Usman mengatakan AS menikam dengan sebilah pisau dapur di lantai 2. "Pelaku (AS) menggunakan sebilah pisau menusuk korban (AP), hingga korban ditemukan di TKP banyak mengeluarkan darah hingga meninggal dunia," kata Iptu Iqbal Usman.

Setelah mendapatkan luka tusukan, AP lari menyelamatkan diri ke lantai satu. "Kronologis singkat kejadiannya berawal dari lantai dua di salah satu kamar wisma ini. Kemudian setelah korban dianiaya, lari menyelamatkan diri di lantai satu (dasar)," ujarnya.

Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Namun diduga karena kehabisan darah, nyawa AP tidak tertolong. "Korban diduga korban pembunuhan, sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara," kata Bripka Ahmad Halim.

Detik-detik penikaman tersebut terekam di kamera CCTV di wisma tersebut. Dalam rekaman yang beredar memperlihatkan seorang laki-laki keluar dari kamar tanpa busana. Laki-laki tersebut terlihat memegang bagian perutnya yang bersimbah darah.

Tak lama kemudian, seorang wanita yang diduga pelaku keluar dari kamar. Kamera CCTV juga merekam sebuah pisau yang diselipkan di bagian stokingnya.

Pelaku Akui Rencanakan Penusukan
AS saat diinterogasi polisi di Posko Resmob Polsek Panakukkang, Makassar, mengaku sudah merencanakan penusukan tersebut. Ia sengaja membawa pisau dari rumahnya di Komplek BTP Makassar.

Pisau dapur itu sengaja ia bawa untuk melampiaskan kekesalannya terhadap AP. "Sakit hatika karena mauka natinggalkan setelah tahu bilang hamilka," kata AS.

Lebih jauh AS mengaku bertemu dengan AP di wisma memang hanya bertujuan untuk melakukan penikaman. "Karena tidak Adami perasaanku sama dia," ujar AS kepada polisi.

Informasi yang diperoleh di lokasi, korban AP chek in pada pukul 03.41 Wita atau dua jam sebelum penikaman terjadi. AP disebut chek in bersama kekasihnya atau teman kencangnya AS.

Sekitar pukul 05.00 Wita, AP keluar dari kamar 214 di Lantai 2 wisma. Ia keluar kamar dalam keadaan bugil atau tanpa busana.

Dari rekaman CCTV wisma, AP terlihat menutupi alat vitalnya menggunakan tangan. Ia juga menutupi dadanya yang mengalami luka tusukan dengan tangan.

Ia lalu berlari ke lobi wisma untuk meminta pertolongan. "Dia bilang ke saya, kak saya ditikam sama cewek di atas'," kata petugas wisma, Roni (28).

Kedatangan korban yang menderita luka tusuk dan bersimbah darah itu membuat Roni panik. Roni lantas keluar dari Wisma meminta tolong. Tapi kondisi korban semakin memburuk. AP terkapar di depan wisma dan dinyatakan meninggal dunia.(red/TribunTimur).
×
Berita Terbaru Update