-->

Notification

×

iklan

Iklan

Bidik Aset 1 Triliun, KMM Perkokoh Pondasi Usaha

Jumat, 29 Januari 2021 | 09.56 WIB Last Updated 2021-01-29T03:56:02Z
Ketua KMM Drs Tumbur Naibaho MM AAAIJ FSAI bersama pengurus pusat dan pengawas pada RAT tahun buku 2020, kemarin.
Bekasi(DN)
Ditengah ketidakpastian perekonomian akibat pandemi yang masih berlanjut hingga tahun 2021, Koperasi Simpan Pinjam Makmur Mandiri (KMM), tetap optimis melangkah maju dengan terus meningkatkan kinerja dan produktivitas.

Tak tanggung-tanggung, di tahun 2021 ini, koperasi yang bermarkas di Bekasi Jawa Barat itu menargetkan pencapaian dengan kantor cabang sebanyak 170 yang nantinya tersebar di 26 propinsi se-Indonesia dan anggota sebanyak 100.000 orang.

"Meski tahun ini masih dibayangi kondisi perlambatan ekonomi, tetapi peluang bisnis masih terbuka lebar. Kita optimis, hingga akhir tahun 2021 nanti, KMM akan mampu menggapai kekayaan Rp 1 trilyun dan SHU Rp 12 M," ujar Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM AAAIJ FSAI, Jumat, 29 Januari 2021.

Target itu, lanjut pria yang hari ini genap berusia 56 tahun tersebut, cukup realistis sesuai dengan perkembangan KMM dimana kepercayaan anggota semakin meningkat.

Untuk mengapai target kerja itu, KMM sudah menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya memperkokoh pondasi usaha. Di tahun 2021, KMM bakal mengoptimalkan Makmur Mandiri Mobile (M3)/ real time system berjalan di semua kantor cabang dan pusat, sehingga memudahkan anggota bertransaksi.
Laporan pertanggungjawaban KMM pada RAT tahun buku 2020.
Selain itu, KMM telah menambah jumlah wilayah dari 18 menjadi 19. Dimana di Sumut telah ada 3 wilayah. Juga akan mengangkat 1 orang staf khusus Korwil di kantor cabang utama untuk membantu Korwil melakukan pembenahan, pengawasan, monitoring kantor-kantor cabang di wilayahnya.

"Di 2021, kita juga akan menambah jumlah kantor cabang dari 150 menjadi 170 dengan SDM per kantor 8 sd 10 orang. Kecuali Kantor Korwil 11 orang termasuk Staf Khusus," terang Drs Tumbur Naibaho MM AAAIJ FSAI.

Strategi lainnya, KSP Makmur Mandiri juga menginstruksikan para manajer cabang agar mengendalikan pinjaman macet dibawah 1,5% di setiap wilayah dan kantor cabang. Juga meningkatkan jumlah anggota di setiap kantor cabang minimal 600 orang dan peminjam minimal 500 orang.

Serta menurunkan jasa pinjaman maks 2,4%/ bulan, dari sebelumnya maks 2,5%, menurunkan jasa Simpanan Berjangka Mandiri (SBM) maksimum 10% per tahun dari sebelumnya maksimum 13% per tahun.

Menurunkan jasa Simpanan Sukarela Mandiri (SKM) maksimum 10 %/ tahun dari sebelumnya maksimum 8% per tahun, setiap Simpanan Berencana yang menunggak (tidak bayar simpanan lanjutan 3 bulan), akan diubah menjadi SKM.
Kantor pusat KMM di Bekasi Jawa Barat.
"Kita juga akan melaksanakan sertifikasi dan pelatihan untuk para manager, sehingga mampu mengelola kantor dengan lebih baik. Dan mensosialisasikan semboyan KMM untuk semua karyawan: BEKERJA DENGAN JUARA & SEHAT. (JUjur, Amanah, RAmah, SEnyum, bersaHAbaT)," tambah Suami Jusniar Simbolon itu.

Berbagai upaya yang akan dilakukan tersebut, diharapkan dapat mendukung kinerja koperasi berprestasi di tingkat nasional ini dengan mampu mencatatkan pertumbuhan anggota di level 47% secara tahunan.

KMM Mampu Lewati Masa Sulit
Kreativitas pengurus KMM memperluas lini bisnis di masa sulit sepanjang 2020, juga menjadi alasan kuat menjadi alasan kuat KMM bakal mampu menggapai target kerja 2021.

Pasalnya, sesuai RAT KMM yang digelar kemarin Kamis, 28 Januari 2021 di Sky Ballroom Lantai 10-Hotel Horison Bekasi, Jawa Barat, KMM membukukan kinerja cemerlang.

Dimana aset KMM di tahun 2020 naik sebesar 39,7 % dari Rp501,5 M menjadi Rp700,7 M. Jumlah anggota juga naik 28% dari 53.122 menjadi 68.017 orang anggota yang tersebar di 21 propinsi dan dilayani oleh 150 cabang dan 1.322 karyawan.
SPBU KMM di Kota Pangururan Kabupaten Samosir.
Tak ketinggalan, volume usaha KMM juga mengalami peningkatan sebesar 7,9% yakni dari 623,5 M menjadi 672,8 M. Terakhir, Sisa Hasil Usaha (SHU), pencapaian KMM tahun 2020 mengalami penurunan 0,6 M atau 11,7 %. Dimana tahun 2020 SHU KMM Rp 4,5 M dan tahun sebelumnya Rp 5,1 M.

Hebatnya, pada tahun 2020 lalu, KMM sukses mengakuisisi 2 SPBU. Yakni SPBU satu-satunya di Kota Pangururan. Dan awal November lalu mengambil alih SPBU di Klaten.

Disamping memperluas lini bisnis SPBU, KMM juga merambah sektor pertanian dengan mengelola lahan milik KMM seluas 3,5 hektar di Humbang Hasundutan dan 4,5 hektar di Parbaba Dolok Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Sektor riil lain yang digarap koperasi terbesar di Bekasi itu adalah bisnis kopi. Tabo Kopi dipasarkan melalui seluruh jaringan kantor cabang yang per Januari ini jumlahnya sudah mencapai 155 kantor di 21 Provinsi di Indonesia.

Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM AAAIJ FSAI mengharapkan setiap kantor cabang semakin solid dan meningkatkan pelayanan kepada anggota. “Kita tahu kekuatan suatu koperasi tergantung banyaknya dukungan dari anggota, semakin didukung anggota maka semakin sehat koperasi,” pungkas Putra 12 Bersaudara itu.(SBS).
×
Berita Terbaru Update