-->

Notification

×

iklan

Iklan

Tahap Dua, KMM Terima Suntikan Dana Rp10 Miliar Dari LPDB-KUMKM

Jumat, 13 November 2020 | 10.38 WIB Last Updated 2020-11-13T05:44:58Z
Ketua KMM, Drs. Tumbur Naibaho MM FSAI secara simbolis menerima pencairan dana Rp10 M dari LPDB-KUMKM.
Bekasi(DN)
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Makmur Mandiri atau familiar dengan sebutan KMM, kembali mendapatkan kucuran dana sebesar 10 Miliar Rupiah untuk pencairan sisa  suntikan pinjaman/pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Kamis, 12 November 2020 di kantor pusat KMM.

Pencairan dana dari Kemenkop UKM RI sebesar Rp 50 miliar ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya pada 22 Mei 2020, telah dicairkan sebesar 40 M.

Kucuran dana dari Pemerintah Pusat ini merupakan apresiasi terhadap KSP Makmur Mandiri atas kemampuan mempertahankan kinerja keuangan yang baik di tengah pandemi Covid-19.

Koperasi yang berkantor pusat di Bekasi Jawa Barat ini dinilai mampu mempertahankan kinerja keuangan yang baik, dan tetap melayani anggota kendati dalam kondisi wabah pandemi mematikan saat ini.

Ketua KMM Drs. Tumbur Naibaho MM FSAI saat dihubungi Jumat (13/11/20) mengatakan pihaknya  bersyukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah melalui LPDB-KUMKM.  “Apresiasi ini merupakan amanah yang harus kami jaga dan harus kami buktikan dengan peningkatan kinerja yang semakin baik," ujarnya.

Dengan diterimanya pinjaman dari LPDB-KUMKM, Tumbur Naibaho mengaku merasa lega dan mengucapkan syukur karena koperasinya sudah dinilai secara objektif.

"Pembiayaan ini sangat membantu KSP Makmur Mandiri sehingga likuiditas kami tetap aman sehingga citra koperasi kami semakin meningkat. Yang dibarengi dengan bertambahnya kepercayaan anggota dan percaya diri karyawan yang meningkat," tutur Putra 12 Bersaudara tersebut.
Para pengurus pusat KMM berphoto bersama dengan Direktur LPDB-KUMKM.
Suami Jusniar Simbolon itu menambahkan bahwa pembiayaan dana bergulir ini diperuntukan bagi UMKM anggota KSP Makmur Mandiri yang kesulitan modal usaha sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Tumbur Naibaho menuturkan, pembiayaan yang disalurkan KMM menjadi energi tambahan bagi nafas usaha anggota di tengah merebaknya wabah Covid-19. Dimana ekonomi anggota perlahan membaik dengan pinjaman pembiayaan usaha yang bunganya rendah, antara 1,5-1,8% per bulan.

Tumbur menegaskan, koperasi yang dipimpinnya berupaya untuk menegakkan prinsip-prinsip koperasi yang berlaku, dengan hanya melayani anggota.

Dikatakan, selain konsisten hanya melayani anggota, KMM menjalin komunikasi intensif dengan para pengguna jasa koperasi. Hal itulah, lanjutnya, yang jadi kunci sukses KMM yang memiliki 147 cabang yang tersebar di 21 propinsi, bisa tetap stabil di tengah serbuan pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo didampingi Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Jaenal Aripin, mengatakan, pemberian pinjaman ini wujud dari kehadiran pemerintah khususnya LPDB, sebagai perpanjangan tangan pemerintah harus hadir dalam kondisi seperti ini.

Supomo berharap pembiayaan dana bergulir dari LPDB-KUMKM disalurkan tepat sasaran, khususnya kepada pelaku UMKM anggota koperasi yang sangat membutuhkan modal usaha. Agar wabah Covid-19 yang sedang melanda Tanah Air tidak mengganggu kinerja usaha UMKM.

"LPDB-KUMKM terus memproses semua pengajuan proposal dan bahkan menambah tim untuk memproses proposal pinjaman yang masuk. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses penyaluran dana bergulir ke seluruh mitra koperasi di Indonesia," tutupnya.(SBS).
×
Berita Terbaru Update