-->

Notification

×

iklan

Iklan

Sejumlah Pelaku Usaha Coffee Shop di Samosir Dilatih Dalam Mengolah Kopi

Minggu, 08 November 2020 | 04.37 WIB Last Updated 2020-11-08T16:42:16Z

Disnaker Koperindag Samosir gelar pelatihan peningkatan kapasitas dalam mengolah kopi.
Samosir, DN | Dalam rangka membekali masyarakat untuk mengembangkan dan meningkatkan daya saing serta jual komoditas unggulan Samosir, secara khusus di bidang pengolahan kopi, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Disnaker Koperindag) Kabupaten Samosir menggelar pelatihan.


Pelatihan teknik produk unggulan (kopi) Kabupaten Samosir ini digelar selama 4 hari, 2-5 November 2020 di Hotel JTS Parbaba Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Dan menghadirkan narasumber dari Komunitas Samosir Coffee Synergy Oliver Simbolon, Komunitas Alusi Coffee Banggas Manurung dan Owner Kopling Sariaman Manik.

Dalam laporannya, Kabid Koperasi dan UKM pada Disnaker Koperindag Samosir, Resmin Situmorang SE. MM menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan di bidang pengelolaan kopi dalam rangka program peningkatan kapasitas koperasi dan UKM.

"Peserta pelatihan yakni petani kopi, pengelola coffee shop sebanyak 35 orang. Adapun pendanaan kegiatan ini bersumber dari APBD Samosir TA 2020 dari dana DAK Non Fisik," kata Resmin Situmorang, Senin, 2 November 2020.

Ditambahkan, dalam pelatihan ini peserta dilatih mengolah kopi dan siap saji dengan cita rasa kopi terbaik. Dirinya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas para pelaku usaha industri kopi, meningkatkan daya saing dan nilai tambah kepada para pelaku industri kopi dan meningkatkan daya tarik pariwisata.
Para peserta yang juara dalam pelatihan kopi berphoto bersama para narasumber dan sekretaris Disnaker Koperindag Samosir.
Pada kesempatan ini, Samosir Coffee Synergy Community, Oliver Simbolon membawakan materi pelatihan dasar menyeduh kopi. Dirinya berbagi ilmu mengembangkan produk minuman kopi yang sukses ia lakoni. Juga mengoperasikan peralatan dan sebagainya.

Oliver menekankan bahwa untuk mencapai keberhasilan dalam berusaha, peserta juga harus mendalami ilmu managemen, pengetahuan produk, menguasai metode proses produksi, tata hidangan makanan dan minuman dan pelayanan tamu serta ilmu pengetahuan lainnya yang mendukung berkembangnya usaha.

“Ini harus kita ketahui dan pahami terlebih dahulu, sebab ini tidak terlepas dari kesiapan mental dan karakter kita untuk memulainya,” ujarnya.
Para peserta pelatihan.
Disamping itu, setelah pelatihan selesai, peserta harus mampu berinovasi dan berkreatifitas, sehingga yang dihasilkan nantinya bisa beragam jenis produk, terutama rasa, supaya mampu bersaing dengan produk daerah lain.

Sementara itu, Kadis Naker Koperindag melalui sekretarisnya, Daulat Nainggolan saat menutup pelatihan, berharap setelah pelatihan ini, peserta mampu mengimplementasikan ilmunya dengan memproduksi kopi dalam berbagai jenis produk, dengan kemasan dan rasa tersendiri.

“Ini harapan kami. Bila ini tercapai, hasilnya akan luar biasa, dan peluang untuk berwirausaha akan terbuka lebar. Karena dari satu biji kopi, bisa dihasilkan 50 rasa. Nanti kita buktikan,” katanya disambut aplaus peserta.(SBS).
×
Berita Terbaru Update