-->

Notification

×

iklan

Iklan

Masa Kepemimpinan Rapidin-Juang 3 Kali Predikat WTP Diraih, Sebelumnya Nihil

Minggu, 04 Oktober 2020 | 17.51 WIB Last Updated 2020-10-05T13:56:06Z
Ilustrasi.(Kemenkeu).
Samosir(DN)
Kesuksesan Pemerintah Kabupaten Samosir dibawah kepemimpinan Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga yang menciptakan hattrick selama tiga tahun berturut-turut meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan yang berimplikasi naiknya penerimaan Dana Insentif Daerah (DID), menuai pujian banyak pihak.

Salah satunya datang dari kalangan muda, Hotdon Naibaho. Dirinya mengatakan ini merupakan predikat yang ketiga kali diperoleh Pemkab Samosir sejak 16 Tahun berdirinya daerah yang berjuluk 'Satahi Saoloan’ itu.

"Ketiga predikat ini baru dapat diraih sejak kepemimpinan Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga," ujar Hotdon Naibaho yang juga praktisi media itu, Sabtu, 3 Oktober 2020.

Disebutkan, keberhasilan ini menunjukan bahwa kepemimpinan Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga memiliki komitmen untuk terus melakukan perbaikan pengelolaan keuangan dengan baik.

Dan hasilnya, Kabupaten Samosir telah menapaki keberhasilan mengelola pemerintahan menjadi clean and good government. Selama tiga tahun berturut-turut meraih penghargaan dan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam penggunaan APBD dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Paling menakjubkan, karena prestasi itu, daerah yang dinahkodai Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga yang sedang cuti, ini akan  diberikan hadiah Dana Insentif Daerah (DID) dari Pemerintah Pusat tahun 2021 di luar dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kementerian Keuangan RI akan memberikan Dana Instentif Daerah (DID) sebesar Rp.55.859.573.000,- atas prestasi Kabupaten Samosir ini. Atau drastis meningkat dari jumlah DID yang diterima Kabupaten Samosir pada tahun 2020 sebesar Rp 34.184.714.000,- dan realisasi Rp 31.324.044.000,- (akibat penanganan Covid-19, dikurangi 10%).

"Masyarakat Samosir patut berbangga bahwa jumlah DID yang diperoleh Kabupaten Samosir ini merupakan tertinggi dari 33 Kabupaten/Kota se-provinsi Sumatera Utara," ungkap Hotdon.

Katanya, tambahan dana sebesar itu akan sangat bermanfaat untuk pembangunan daerah ke depan. Apalagi jika diikuti dengan jalannya roda perekonomian yang semakin baik.

Senada, Praktisi Media, Robin Nainggolan juga mengatakan, WTP dan kenaikan jumlah DID ini bukan hadiah tapi merupakan upaya dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Samosir. Karena melalui proses panjang dan berliku hingga menguras waktu tenaga dan pikiran untuk itu.

Hasilnya, Kabupaten Samosir dibawah kepemimpinan Rapidin-Juang sukses memboyong penghargaan WTP setelah puluhan tahun berpuasa dan belum pernah diraih bupati sebelumnya.

Tak hanya itu, Robin juga memuji gaya kepemimpinan Rapidin-Juang yang dengan terus menjaga kebersaman mereka berdua yang langgeng selama lima tahun ini. Juga kebersamaan yang terus dijalani dengan masyarakat dalam bingkai bersatu membangun Samosir.

Menurutnya, cukup banyak prestasi-prestasi fenomenal yang telah dicapai oleh Rapidin-Juang didalam memimpin Samosir. Prestasi tersebut bisa dicapai dengan kondisi SDM yang masih tergolong minim. Dan mereka membuktikan mampu bersaing dengan daerah lainnya.

"Lima tahun kepemimpinan Rapidin-Juang, kita melihat kerja keras mereka membangun Samosir, yang semuanya didasari atas niat dan pengabdian demi Samosir bangkit, mandiri dan sejahtera" terangnya.

Kalau ada orang bilang apa keberhasilan Rapidin-Juang?, tegas Robin, maka itu harus ada perbandingannya. Dan perbandingannya adalah pemerintahan sebelumnya dengan yang sekarang.

"Bila saya membandingan dengan periode sebelumnya, Rapidin-Juang ini luar biasa dalam membangun infrastruktur, birokrasi, konektivitas dengan pusat dan memotivasi masyarakat baik perantau dalam bingkai kebersamaan membangun Kabupaten Samosir, itu sangat luar biasa,” pungkasnya.(SBS).
×
Berita Terbaru Update