-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Rapidin Simbolon Lima Besar Nilai Tertinggi Pada Sekolah Cakada PDIP

Minggu, 20 September 2020 | 09.28 WIB Last Updated 2020-09-20T03:35:58Z
Rapidin Simbolon bersama Juang Sinaga.

Samosir(DN)
DPP PDI Perjuangan menutup rangkaian kegiatan sekolah calon kepala daerah pada Selasa (15/9) malam. Sebanyak 212 calon kepala daerah yang diusung PDIP se-Indonesia mengikuti dua tes yakni tes awal (pre test) dan akhir (post test) selama mengikuti sekolah partai. Calon Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mencatatkan prestasi membanggakan.

Dilansir dari Berita Satu, Ketua DPP PDIP bidang kehormatan Komarudin Watubun, yang juga Kepala Sekolah Partai, menjelaskan bahwa 212 peserta menjalani tes di awal (pretest) dan tes di akhir (post test) kegiatan yang dimulai sejak Minggu (13/9/2020) lalu.

Komarudin mengatakan, bahwa selain kedua tes tersebut, pihak sekolah juga membuat penilaian proses secara keseluruhan.

"Ada tiga nama calon kepala daerah terbaik yang mengikuti sekolah kepala daerah ini. Kalau ini penilaian dari seluruh aspek selama mengikuti sekolah ini. Yang pertama, Dewi Khalifah dari Sumenep. Kedua, Rahayu Saraswati dari Tangerang Selatan. Rupanya saat ini masa kebangkitan perempuan," kata Komaruddin, Rabu (16/9/2020).

"Tapi juara ketiga adalah laki-laki yaitu bakal calon bupati Bulungan Sigit Muryono," tambahnya.

Untuk pretest, peserta dengan nilai lima tertinggi adalah Bambang Pujianto (Cawabup Grobogan), Fachri Husni Alkatiri (Cabup Seram Bagian Timur), H.Fritz Ahmad Nusyir (Cawawali Metro), Ery Cahyadi (Cawali Surabaya), dan Budianto Surbakti (Cawabup Karo).

Sementara untuk post test, lima tertinggi adalah Rusmin Abdul Gani (Cabup Konawe Selatan), Edianto Arkan (Cawabup Kutai Barat), Rapidin Simbolon (Cabup Samosir), Fritz Ahmad Nuzir (Cawawali Metro), dan Ery Cahyadi (Cawali Surabaya).

Ketua DPP PDIP bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan semua Cakada PDIP menuju pada satu tujuan sama. Yakni bagaimana bekerja mewujudkan kesejahteraan, keadilan, dan kemajuan bagi rakyat di daerah.

"Siapa pun dan darimana pun, apapun agama dan sukunya, apapun latar belakang dan parpol kita semua, tetapi yang pasti, kita semua adalah bersaudara, sebangsa dan setanah air yang dituntut memberikan yang terbaik dalam diri kita semua, sebagai pemimpin negarawan yang mencintai Indonesia, yang selalu berbagi kebaikan, memberikan warisan nilai kebaikan di tempat kita semua," kata Djarot.

Diingatkan Djarot, agar semua Cakada yang lulus sekolah partai PDIP, bahwa pendidikan itu adalah awal perjuangan. Semuanya harus ingat bahwa memenangkan pilkada adalah satu hal, namun ujian sesungguhnya justru pada saat sudah terpilih nanti.

"Percayalah, apa yang sudah kita kerjakan dengan sebaik dan seikhlasnya, akan dikenang sebagai warisan dan nilai baik yang akan dinikmati anak-anak kita dan cucu-cucu kita," pungkas Djarot.
Pasangan Rap Berjuang.

Sementara itu, Rapidin Simbolon yang dihubungi wartawan, bersyukur bisa meraih posisi lima besar tertinggi dari ratusan calon kepala daerah.

”Saya tidak ada persiapan khusus, hanya fokus pada bagaimana pendalaman terhadap ideologi Pancasila dan program-program kerakyatan, best practices kebijakan yang bisa membuat warga sejahtera,” ujar Rapidin Simbolon.

Menurut Bupati Samosir ini, saat tes mereka menjawab tentang ideologi Pancasila, pemikiran Bung Karno, kebijakan kerakyatan, isu-isu global terkini termasuk tantangan global economy di era pandemi Covid-19.

"Semuanya dielaborasikan, diramu, kemudian menancap di hati dan pikiran kita tentang bagaimana kepala daerah ke depan harus bekerja untuk warganya,” jelas Wakil Ketua DPD PDIP Sumatera Utara Bidang Pariwisata itu.

Rapidin mengatakan, perpaduan antara materi ideologi dan best practices kebijakan prorakyat selama sekolah partai PDIP berperan membentuk hati dan kompetensi seorang pemimpin. Hati untuk melahirkan kebijakan prorakyat, memegang teguh ideologi Pancasila, dan selalu mengayomi semua kalangan.

Kompetensi untuk memastikan pembangunan daerah berjalan terencana, matang, tidak asal-asalan karena sang pemimpin memiliki kemampuan teknorasi teruji.

”Semuanya menjadi bekal bagi saya bersama Juang Sinaga, untuk Samosir ke depan. Dengan hati dan kompetensi, kita bergotong royong mewujudkan kemajuan di Negeri Indah Kepingan Surga,” pungkas Suami Sorta Ertaty Siahaan tersebut.(SBS). 

×
Berita Terbaru Update