-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Syarat Rapid Test Dihapus, Pariwisata Samosir Segera Dibuka Untuk Wisatawan Nusantara

Rabu, 22 Juli 2020 | 18.12 WIB Last Updated 2020-07-22T12:54:26Z
Bupati Samosir, Rapidin Simbolon saat membuka sosialisasi pembukaan pariwisata untuk wisatawan nusantara.
Samosir(DN)
Terkait dibukanya pariwisata Samosir bagi wisatawan nusantara yang sebelumnya mengharuskan melampirkan surat pemeriksaan Rapid Test atau PCR yang masih berlaku, kini telah dicabut.

Hal ini disampaikan Bupati Samosir, Drs Rapidin Simbolon MM dalam paparannya pada kegiatan sosialisasi pembukaan pariwisata Samosir yang berlangsung di Aula Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Rabu (22/7/2020).

Dengan berbagai pertimbangan, kata Rapidin, Pemkab Samosir telah mencabut aturan yang mengharuskan menyertakan surat pemeriksaan Rapid Test atau PCR.

Namun dirinya meminta wisatawan dan pelaku pariwisata disiplin menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah diatur dalam Surat Edaran Bupati Samosir Nomor 25 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman corona virus disease (Covid-19).

"Wisatawan boleh berkunjung ke Samosir tanpa surat pemeriksaan tersebut. Tapi, bukan berarti malah jadi bebas. Tetap ikuti protokol kesehatan, baik itu bagi pengelola maupun pengunjung,” tegas kepala daerah peraih Indonesia Awards 2019 ini.
Surat edaran Dinas Pariwisata Samosir.
Bupati kembali menekankan bahwa ada 4 poin utama yang harus dipenuhi dalam protokol kesehatan, yakni memakai masker, mengukur suhu tubuh, cuci tangan dan jaga jarak.

Dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan tersebut, bupati yakin bahwa Samosir akan tetap bersih dari Covid-19 sembari pemulihan ekonomi juga bisa berjalan dengan baik.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Dumosch Pandiangan SSos juga menyampaikan bahwa jadwal pembukaan pariwisata untuk wisatawan nusantara, dari yang semula 1 Agustus 2020 kini menjadi 31 Juli 2020.

Kebijakan ini didasarkan atas usulan dari sejumlah pelaku usaha wisata, karena 31 Juli 2020 merupakan tanggal merah, yakni perayaan Idul Adha 1441 Hijriah.

“Demi pemulihan ekonomi, kita mulai membuka pariwisata Samosir untuk wisatawan nusantara. Selanjutnya, semoga semua berjalan baik, kita akan buka untuk wisatawan mancanegara pada September 2020,” pungkas Dumosch.

Pembukaan pariwisata Samosir dan pembatalan melengkapi Rapid Test atau PCR bagi wisatawan ini pun diapresiasi oleh para peserta yang notabene pelaku pariwisata.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Samosir. Semoga dengan dibukanya pariwisata, roda ekonomi kami yang beberapa bulan ini mati total dapat berjalan kembali."

"Kami juga sepakat akan disiplin menerapkan protokol kesehatan demi menjaga Samosir ini tetap berada di zona hijau,” ujar R Sidabutar, pengelola Toba Beach Hotel.(SBS).
×
Berita Terbaru Update