-->

Notification

×

iklan

Iklan

Pembangunan Water Front City Pangururan Dan Menara Pandang Tele Mulai Ditender

Selasa, 14 Juli 2020 | 05.30 WIB Last Updated 2020-07-14T09:24:38Z
Kepala Bappeda Kabupaten Samosir, Rudi Siahaan diwawancarai di ruang kerjanya.
Samosir(DN)
Dalam waktu dekat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melelang pekerjaan pembangunan Water Front City (daerah objek wisata tepi pantai) Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara senilai Rp105 miliar.

"Selain itu, penataan objek wisata Menara Pandang Tele dengan pagu Rp 28 miliar juga akan mulai dilelang," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samosir, Rudi AP Siahaan, kepada Perjuangan Baru di ruang kerjanya, Senin, 13 Juli 2020.

Pembangunan Water Front City Pangururan, sebagai bagian dari Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, lanjutnya, akan dimulai September 2020 ini.

Saat ini PUPR mempersiapkan lelang, dimana objek ini dibangun dengan arsitektur Batak dengan tema "Aek Natio" (air dan kehidupan).
Water Front City Pangururan.
"Ada beberapa lokus yang menjadi pengembangan destinasi wisata Water Front City serta Kawasan Wisata Panorama Tele, penataan kawasan permukiman, penataan Pantai Indah Situngkir sampai ke Kampung Ulos," ujar Rudi.

Kata Rudi lagi, terkait Pengembangan Kawasan Wisata Panorama Tele senilai Rp 28 miliar, konsepnya dijadikan sebagai titik awal peziarahan “Tu Bona ni Pinasa” (asal muasal Batak).

Di lokasi itu pengunjung melihat langsung pemandangan Gunung Pusuk Buhit, Danau Toba serta vegetasi hutan sebagai awal dari sejarah Batak.

"Adapun beberapa revitalisasi dan pembangunan yang dilakukan untuk mendukung konsep pengembangan ini adalah taman parkir, jembatan pedestrian dan jaringan pedestrian skybridge.

"Juga membangun panorama kuliner baru serta rerivitalisasi Menara Pandang Tele sebagai Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba dan membangun Plaza Tarombo Batak sebagai asal usul suku Batak," pungkasnya.(SBS).
×
Berita Terbaru Update