-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

3 Warga Cinta Dame Mudik, Ketua DPRD Samosir Sarankan Diisolasi Mandiri

Rabu, 22 April 2020 | 16.00 WIB Last Updated 2020-04-22T10:04:29Z
Ketua DPRD Samosir, Saut Tamba bersama ketua Komisi I, Saurtua Silalahi memonitoring Pustu Desa Cinta Dame.
Samosir(DN)
Sejauh ini, pemerintah Kabupaten Samosir memang tak melarang para perantau pulang kampung. Hanya saja, dihimbau agar tak pulang dulu ke kampung halaman.

Terutama bagi mereka yang berada di zona merah corona virus disease 2019 (Covid-19). Imbauan ini dilakukan demi kebaikan bersama, yaitu mencegah penyebaran Covid-19.

Kendati seruan itu terus digaungkan, tetap saja ada yang nekat pulang ke kampung halaman. Seperti 3 warga Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir yang baru pulang dari perantauan.

Ketiga warga tersebut ada yang datang dari Kabupaten Simalungun, Kabupaten Malang (Jawa Timur) dan Kabupaten Purwokerto (Jawa Tengah).

Hal ini terungkap saat Ketua DPRD Samosir bersama Komisi I yang membidangi kesehatan melakukan monitoring ke Pustu Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Rabu, 22 April 2020.

"Ada 3 warga Cinta Dame yang baru pulang kampung kemarin dan dua hari lalu. Yang notabene kawasan tersebut zona merah penyebaran virus Covid-19," kata Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba ST.

Dikatakan Saut, dari hasil pemeriksaan kesehatan, ketiganya memang dalam kondisi sehat dan tidak ada gejala. Namun mengingat mereka baru datang dari wilayah zona merah, DPRD Samosir menyarankan agar ketiganya melakukan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan.

"Demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, kita meminta ke petugas kesehatan yang ada di Pustu Desa Cinta Dame agar diawasi dengan baik selama isolasi mandiri," sambungnya.

Kepada perantau, politisi PDI-P itu, meminta agar masyarakat menahan keinginan pulang kampung terlebih dulu sampai wabah corona benar-benar mereda.

Namun, bagi warga yang nekat pulang. Menurutnya, warga yang datang dari kota zona merah, bakal menjalani isolasi selama 14 hari. Bahkan jika membandel alias keluyuran, akan diisolasi di Gedung BLK yang disediakan Pemkab Samosir.

"Langkah antisipasi ini bakal dijalankan tegas untuk mencegah penyebaran corona. Agar Samosir yang masih terkendali dan aman ini bisa berjalan lebih tertib,” tuturnya.

Menurutnya, pengorbanan dalam penanganan Covid-19 selama ini jangan sampai menjadi tidak terkendali karena jumlah pemudik yang besar. Untuk itu, menunda mudik sampai keadaan benar-benar dinyatakan aman menjadi pilihan terbaik dan menjadi bagian kasih sayang terhadap keluarga.

"Tetaplah di kota masing-masing. Tidak usah pulang kampung. Tunda sampai keadaan lebih aman. Doakan keluarga dalam keadaan baik-baik saja. Semoga dalam waktu secepat mungkin kondisi bisa pulih kembali,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Samosir, Saurtua Silalahi menambahkan monitoring ke Pustu adalah bagian dari ikhtiar DPRD untuk mengetahui kesiapan fasilitas kesehatan terkait Covid-19.

"Sekaligus kita ingin memberikan suport dan semangat kepada jajaran tim medis di pustu yang ada di barisan terdepan menghadapi wabah ini,” jelas Saurtua.

Adapun ketiga warga Desa Cinta Dame yang baru mudik tersebut berinisial RM (62) baru datang dari Purwokerto, EGS (21) dari Malang dan H (16) dari Simalungun.(SBS).
×
Berita Terbaru Update