-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Ketua Caretaker DPC GAMKI Samosir: Khawatir Virus Corona, Tapi Jangan Phobia

Selasa, 17 Maret 2020 | 20.06 WIB Last Updated 2020-03-17T13:06:31Z
Ketua Caretaker DPC GAMKI Samosir, Renaldi Naibaho saat memimpin rapat persiapan Rakercab dan pelantikan.
Samosir(DN)
Semakin bertambahnya penduduk Indonesia yang terjangkit virus corona atau COVID-19 membuat banyak pihak prihatin dan was-was.

Tidak terkecuali bagi Caretaker Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Samosir.

Namun ditengah kekhawatiran itu, kata ketua Caretaker DPC GAMKI Samosir, Renaldi Naibaho didampingi sekretaris, Pasintuyes Rajagukguk dan Bendahara, Suriono Brandoi Siringoringo, mengatakan jangan terlalu phobia terhadap penyebaran virus Corona tersebut.

Menurut Renaldi, sikap phobia hanya akan menimbulkan kepanikan yang berdampak pada kejiwaan dan daya tahan tubuh yang justru akan rentan terkena virus itu.

"Yang terpenting jaga kesehatan dan berpola hidup sehat agar selalu fit. Dan rajin mencuci tangan," ujar Renaldi Naibaho disela-sela memimpin rapat persiapan racerkab dan pelantikan DPC GAMKI Samosir, Senin, 16 Maret 2020 di Pangururan.

Kabupaten Samosir sebagai salah satu destinasi wisata nasional yang tiap hari turis atau pun pengunjung keluar masuk, juga dinilai sangat rentan terkena penyebaran virus yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

Caretaker DPC GAMKI Samosir menyerukan hendaknya pemkab menyiapkan langkah taktis yang konkret secara serius untuk pencegahan penyebaran virus Corona.

"Pemkab harus menyediakan alat pembersih tangan atau aseptan yang bisa melawan bakteri dan virus di banyak tempat umum. Terlebih di lokasi destinasi wisata," ujar Renaldi Naibaho yang juga anggota DPRD Samosir itu.

Pengelolaan informasi secara berkala tentang informasi gejala, pencegahan, pola hidup sehat dan hal lain seputar covid-19 dengan tidak menimbulkan kepanikan juga perlu dilakukan.

Pada intinya, Renaldi meminta pemkab Samosir mengantisipasi kondisi terberat karena covid-19. Termasuk dalam penanganan pasien Covid-19, baik yang suspect maupun yang postif.(SBS).
×
Berita Terbaru Update