-->

Notification

×

iklan

Iklan

Hand Sanitizer Langka, Unika St Thomas Produksi Sendiri

Jumat, 20 Maret 2020 | 17.31 WIB Last Updated 2020-03-20T10:31:53Z
Anti septik ciptaan Fakultas Pertanian Unika St Thomas Medan.
Medan(DN)
Sejak Pandemik COVID-19, cairan pembunuh bakteri atau yang sering disebut Anti Septik sudah mulai sulit dijumpai. Kebutuhan akan cairan ini semakin meningkat guna mewaspadai virus ini. Tidak terkecuali dengan Universitas Katolik Santo Thomas Medan.

Sejak keluarnya surat edaran Rektor tentang Tindakan membangun kesadaran dan pencegakan Covid-19, Kampus Unika sudah steril dari keramaian. Mahasiswa mengikuti pembelajaran sudah dari rumah atau kost-kost an secara Online. 

Selain mengurangi kontak langsung antara yang satu dengan yang lain, kampus ini juga lebih memperhatikan kebersihan hingga harus menggunakan anti septik yang diproduksi sendiri.

Yang membanggakan sejak hari Selasa, 17 Maret 2020, Fakultas Pertanian Unika St Thomas Medan memproduksi Hand Sanitizer sendiri di Laboratorium Gedung Pertanian.

Hal ini disampaikan oleh Ir. Patricius Sipayung, M.Si selaku Wakil Rektor 3 dan tim produksi Hand Sanitizer.
Cairan antiseptik yang sudah diuji laboratorium.
“Ini merupakan salah satu upaya kita supaya Civitas Akademika Unika terhindar dari Covid-19. Hand Sanitizer yang kita produksi telah mengacu pada Badan POM dan formulasinya sesuai dengan Pedoman WHO," kata Ir. Patricius, Jumat, 20/3.

Gerakan dari Fakultas Pertanian ini menarik perhatian Rektor karena telah memperlihatkan kepedulian akan kurangnya cairan anti septik di masyarakat.

“Saya sangat apresiasi kepada Fakultas Pertanian atas sikap pedulinya akan kondisi kurangnya cairan anti septik di masyarakat, Bravo,” tukas Rektor, Dr. Frietz R. Tambunan. 

Sebelum digunakan, timnya telah uji mikrobiologi untuk membuktikan bahwa cairan yang diproduksi efektif membunuh bakteri.
Antiseptik ciptaan Unika St Thomas Medan.
Selain itu, cairan juga diinkubasi setelah homogen untuk memastikan tidak ada kontaminasi organisme dari wadah toples yang digunakan. 

Untuk digunakan di internal kampus, Hand Sanitizer yang digunakan mengandung alkohol 96%, hidrogen peroksida, gliserol, dan air.  

Ditengah berlangsungnya sistem pembelajaran secara online, Dr. Frietz mengajak supaya Civitas Akademika Unika selalu mempraktekkan prinsip “To see the other side of the cloud" bahwa setiap bencana selalu ada positifnya.(SBS).
×
Berita Terbaru Update