-->

Notification

×

iklan

Iklan

Dinilai Kampanye Kepada Petahana, Anggota DPRD Samosir Interupsi Pidato Pemrakarsa

Rabu, 08 Januari 2020 | 13.34 WIB Last Updated 2020-01-08T15:23:52Z
Salah satu perwakilan Pemrakarsa Kabupaten Samosir, Manginar Sitanggang saat berpidato pada peringatan hari jadi ke-16 tahun 2020.
Samosir(DN)
Memperingati hari jadi Kabupaten Samosir ke 16 tahun 2020, DPRD Kabupaten Samosir menggelar rapat paripurna istimewa, di ruang Gedung rapat parlemen setempat, Perkantoran Parbaba, Kecamatan Pangururan, Selasa, 7 Januari 2020.

Pada rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba didampingi wakil ketua, Nasib Simbolon itu diwarnai interupsi dari salah satu anggota DPRD dari Fraksi Nasdem, Jonner Simbolon.

Mantan wakil ketua DPRD Samosir periode 2014-2019 ini menginterupsi pidato perwakilan pemrakarsa Kabupaten Samosir, Manginar Sitanggang (Amko) saat masih diatas podium.

Jonner Simbolon menilai bahwa Manginar Sitanggang terlalu bersemangat sehingga pidatonya menjurus kampanye terhadap salah satu bakal calon yakni ke pasangan petahana.

Sepengamatan wartawan, Manginar Sitanggang yang berpidato selama kurang lebih 18 menit tersebut, awalnya bercerita lika liku perjuangan para pemrakarsa Kabupaten Samosir memperjuangkan pemekaran dari Kabupaten Tobasa.
Penggalan pidato pemrakarsa Kabupaten Samosir yang diinterupsi anggota DPRD Samosir.
Sepuluh menit berselang, di menit ke-11, Manginar Sitanggang dalam pidatonya mulai membahas Pilkada Samosir pada 23 September 2020 mendatang.

Menurutnya dalam perhelatan pilkada ini banyak yang berminat mencalonkan. Hal ini dikarenakan Presiden Jokowi telah menetapkan Kabupaten Samosir menjadi daerah yang sangat bernilai. Dimana suatu saat akan menjadi daerah yang paling disenangi oleh dunia.

"Tapi yang pasti kami selaku pemrakarsa tentu menilai apa tujuan mereka (bacalon-red) datang? Selama ini dimana mereka? Kami sudah bercerita terbentuknya Kabupaten Samosir yang begitu sakitnya, dimana mereka selama ini?," tanya Manginar Sitanggang dalam pidatonya.

Dilanjutkan mantan anggota DPRD Tobasa itu, dirinya menilai kepemimpinan Rapidin-Juang selama kurang lebih empat tahun pembangunan sangat pesat dan bahkan bisa mendatangkan Presiden Jokowi dua kali ke Kabupaten Samosir sehingga kabupaten lain menjadi cemburu.

Kata Manginar, membangun kabupaten ini tidak cukup hanya lima tahun atau satu periode. Sehingga ia berharap pasangan petahana Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga diberi kesempatan untuk memimpin kedua kalinya.

"Harapan kami, karena memang masih mencalonkan pak bupati dan pak wakil, kiranya diberi kesempatan memimpin Kabupaten Samosir ke depan menjadi dua periode," ungkapnya.
Pemrakarsa Kabupaten Samosir, Manginar Sitanggang berpelukan dengan Anggota DPRD, Jonner Simbolon seusai berpidato.
Dia juga menyampaikan bahwa pemrakarsa Kabupaten Samosir siap mendukung. Menurutnya, bupati dan wakil Samosir saat ini tidak hanya kata-kata seperti yang lain. "Ini nyata," kata Manginar yang sesaat kemudian terdengar suara dari salah satu anggota DPRD Samosir yakni Jonner Simbolon yang berkata, "Jangan terlalu bersemangat pak."

Yang dijawab Manginar, "Pak dewan yang terhormat, yang benar kita dibenarkan, yang salah disalahkan."

"Tidak kampanye juga. Standar saja pidatonya pak," ucap Jonner. Suasana rapat pun sedikit riuh oleh perdebatan antara pemrakarsa dan anggota DPRD tersebut.

Melihat kejadian itu, Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba selaku pimpinan rapat paripurna menengahi mereka. Dengan terlebih dahulu berdiskusi kepada wakil ketua, Nasib Simbolon, ia meminta pemrakarsa tersebut melanjutkan pidatonya dengan catatan, dirinya fokus pada topik sejarah pemekaran Kabupaten Samosir.

Manginar Sitanggang pun melanjutkan pidatonya. Semenit kemudian ia akhiri pidatonya dan turun dari podium.

Sebelum kembali ke tempat duduknya semula, tampak Manginar Sitanggang berjalan menghampiri Jonner Simbolon. Sejurus kemudian, keduanya bersalaman dan berpelukan yang disambut hadirin dengan tepuk tangan.(SBS).
×
Berita Terbaru Update