-->

Notification

×

iklan

Iklan

Terharu Karena Hidup Sebatang Kara, Seorang Wartawan Berbagi Kasih Natal

Rabu, 25 Desember 2019 | 20.04 WIB Last Updated 2019-12-25T13:04:18Z
Seorang wartawan bernama Hatoguan Sitanggang saat berbagi kasih Natal kepada nenek tua yang hidup sebatang kara.
Samosir(DN)
Natal telah tiba. Tepat hari ini, 25 Desember 2019, jutaan umat kristiani merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dunia untuk menebus dosa manusia.

Di berbagai belahan bumi, orang-orang merayakan dengan berkumpul bersama keluarga. Pesta pun diadakan untuk memeriahkanya. Mulai dari acara di gereja, pesta kembang api dan berbagai macam hiburan lainya.

Namun tak jarang banyak juga yang tidak bisa merasakan kemeriahan Natal tersebut. Bukan hanya karena keadaan ekonomi yang kurang mampu, ada juga berbagai macam keadaan yang membuat hari Natal layaknya hari biasa.

Seperti yang dialami Esmi Boru Tambunan misalnya. Wanita tua berusia 80an ini tidak dapat merayakan Natal sebagaimana yang dirasakan orang lain.

Penyebabnya, karena dia hanya tinggal seorang diri tanpa sanak saudara di rumah peninggalan almarhum ayahnya, Desa Unjur Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Propinsi Sumatera Utara.

Selain karena tubuhnya yang sudah sakit-sakitan, dia hidup sendiri tanpa suami dan tanpa anak, karena dia tidak pernah menikah. Sehingga hari Natal layaknya biasa saja baginya.
Esmi Tambunan, nenek tua berusia 80an, hidup sebatang kara.
Ketika wartawan menyambangi kediamannya yang bertepatan dengan hari Natal (25/12/2019), Esmi berujar, "Sahalakhu do tinggal dijabu natininggalhon ni Amongon (saya tinggal sendiri dirumah peninggalan ayahku ini-red)," ujar Esmi Tambunan.

Dia mengakui, bahwa dia sudah tidak mampu bekerja lagi, sebab tubuhnya sudah lemah dan tidak mampu. Sehingga kebutuhan hidupnya ditanggung oleh saudara laki-lakinya yang tinggal di Parapat.

Melihat keadaan tersebut, seorang wartawan bernama Hatoguan Sitanggang merasa terpanggil untuk berbagi kasih Natal terhadap Esmi Tambunan.

"Saya sangat terharu melihat keadaan ibu ini, walau nilainya tidak seberapa, namun pemberian saya ini iklas dan tulus kepada ibu ini," ungkap Hatoguan dengan rasa haru.

Dia mengatakan bahwa Esmi Tambunan selain butuh uluran tangan, dia juga butuh perhatian pemerintah.

"Keadaan ibu ini memprihatinkan, tubuhnya sudah membungkuk. Saya sangat kasihan, ibu ini sudah tidak pantas hidup sendirian lagi, harus ada yang memberinya makan dan minum. Seharusnya pemerintah juga sudah selayaknya memperhatikan ini," ungkapnya.

Masih kata Hatoguan, pemerintah sudah layak membuat panti jompo di Samosir. Karena sudah banyak jompo yang ada di Samosir yang patut di beri perhatian khusus.(SBS).
×
Berita Terbaru Update