-->

Notification

×

iklan

Iklan

Ombang Siboro: Seribu Alasan Berlibur Ke Danau Toba

Senin, 25 November 2019 | 18.48 WIB Last Updated 2019-11-26T11:48:40Z
Forum Group Discusion yang diselenggarakan MCSTO USU.
Samosir(DN)
Kelompok Kerja Pengembangan Pariwisata Danau Toba dan Pariwisata Berkelanjutan USU melalui MCSTO USU, berkomitmen akan memvokasi dan mendorong tumbuh dan berkembangnya beragam daya tarik wisata berkelanjutan yang berwajah kearifan lokal, serta berjiwa kelestarian lingkungan.

Hal ini diungkapkan Tenaga Ahli MCSTO USU, Ombang Siboro saat menyampaikan materi pada acara Forum Group Discusion(FGD) tentang Pengembangan Keberagaman Produk Wisata Berkelanjutan, se-kawasan Danau Toba.

Ombang Siboro menambahkan untuk mewujudkan itu, tentu semuanya harus didasari oleh sebuah prinsip kerja bersama yakni : "SERIBU ALASAN" berlibur ke danau Toba.

Artinya, harus ada ribuan daya tarik wisata yang menjadi alasan dan pertimbangan bagi setiap orang memilih untuk beribur ke Danau Toba.

"Mulai dari alam, budaya, kuliner, hotel, restoran, oleh-oleh dan event yang harus dikemas menjadi ribuan daya tarik di kawssan Danau Toba," ujar Ombang.

Acara yang digelar Jumat 22 November 2019 di Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo ini diinisiasi oleh Monitoring Centre of Substainability Tourism Observatory (MCSTO) Universitas Sumatera Utara(USU).

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir. Dan diikuti oleh berbagai unsur pemangku peran dan pelaku usaha pariwisata kawasan Danau Toba, khususnya dari empat Key Touris Area (KTA) yang ada meliputi Kecamatan Pangururan, Simanindo, Girsang Sipangan Bolon dan kecamatan Balige.

Sedangkan dari institusi pemerintah FGD mengundang SKPD yang menangani Pariwisata, Perhubungan dan Bappeda dari seluruh kabupaten kawasan Danau Toba.

Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc, Ph.D, IPM, selaku ketua MCSTO USU dalam sambutannya menyebutkan bahwa kegiatan FGD kali ini bertujuan untuk menggali pemikiran dan gagasan.

Sekaligus memverifikasi data hasil survei lapangan yang sudah dilakukan oleh tim USU sebelumnya tentang identifikasi keberagaman produk wisata Danau Toba yang berdimensi keberlanjutan dengan parameter yang meliputi daya tarik, amenitas dan persepsi wisatawan.

Lalu dengan hasil pemikiran, verifikasi dan gagasan yang muncul dari para peserta selama kegiatan. "Tentu akan semakin memastikan potensi produk wisata berkelanjutan, baik produk wisata yang sudah eksisting maupun potensi produk wisata baru yang sangat signifikan untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata baru di kawasan Danau Toba di masa mendatang," ungkapnya.

Kemudian hasil identifikasi tersebut akan menjadi sebuah peta potensi produk wisata yang akan diajukan kepada otoritas dunia bidang pariwisata, seperti UNWTO, Bank Dunia, dan Kemenpar RI di Jakarta.

Yang tentu diharapkan menjadi salah satu agenda setting kebijakan publik pengembangan industri pariwisata di kawasan Danau Toba nantinya.

Selama kegiatan berlangsung seluruh peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi dan materi yang disajikan oleh narasumber Direktur KSPPM, Delima Silalahi M.Si, maupun materi yang disajikan oleh Tenaga Ahli MCSTO USU, Drs. Ombang Siboro M.Si.(SBS).
×
Berita Terbaru Update