-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Optimis Capai Target Kerja Tahun 2024, Ketua KMM Pacu Penambahan Anggota di 188 Cabang

Rabu, 17 Januari 2024 | 10.46 WIB Last Updated 2024-01-17T03:46:26Z
Ketua KMM saat menggelar rapat kerja akhir tahun lalu di wilayah Sumbagut II.
Samosir(DN)
Lembaran tahun 2024 baru saja dimulai. Berbekal kinerja mengesankan di tahun sebelumnya, di awal tahun ini, Koperasi Makmur Mandiri (KMM) masih dengan optimisme yang sama menatap prospek usaha, dengan memaksimalkan potensi wilayah kerja kantor cabang yang ada.

Guna semakin memperkokoh sebagai salah satu koperasi terbaik di Indonesia, tahun kerja 2024 sendiri, KMM memiliki target kerja berupa pertumbuhan asset mencapai Rp 1,8 triliun, anggota sebanyak 120.000 orang dan SHU Rp 30 Miliar, serta kantor cabang sebanyak 195.

Tak hanya itu, KMM juga menargetkan di tahun 2030, memiliki anggota yang saat ini sebanyak 95 ribuan menjadi 260 ribu, kantor cabang sebanyak 240, asset 5 triliun dan SHU Rp 100 miliar.

Untuk itu, Ketua KMM, Drs Tumbur Naibaho MM menekankan agar setiap kantor cabang KMM yang saat ini berjumlah 188 kantor yang tersebar di 24 propinsi, terus meningkatkan jumlah anggota.
Rapat Kerja KMM akhir tahun lalu di Puncak Bogor, Jawa Barat.
Pihaknya juga mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan dalam memberikan pelayanan kepada anggota, serta berharap agar dapat terus meningkatkan kinerja masing-masing kantor cabang.

"Kita berharap di tahun 2030, KMM menjadi koperasi terbaik, terbesar dan tersebar," ujar Ketua KMM Drs Tumbur Naibaho MM, Rabu, 17/1.

Suami Jusniar Simbolon itu juga mengharapkan agar produk-produk simpanan KMM semakin digencarkan, semisal simpanan berencana pendidikan (SBP). Khusus di Kabupaten Samosir, CEO koperasi yang berkantor pusat di Bekasi Jawa Barat ini bercita-cita agar KMM turut memajukan pendidikan Kabupaten Samosir melalui produk simpanan tersebut.

"Mari terus mengajak para anggota kita untuk mempersiapkan pendidikan anak-anak dengan rajin menabung di KMM. Dengan rajin menabung, tentu saat anaknya mau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tak lagi kewalahan dalam biaya pendidikan," pungkasnya.(SBS).
×
Berita Terbaru Update