-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Pertama Kali Digelar, Pagelaran Seni SMP 1 Pangururan Semarak

Minggu, 27 November 2022 | 08.00 WIB Last Updated 2022-11-28T08:23:01Z
Kadis Pendidikan Kabupaten Samosir memukul gong sebagai tanda pembukaan Pagelaran Seni SMP Negeri 1 Pangururan.
Samosir(DN)
Suara dentuman drum band yang ditabuh bertalu-talu dengan irama lagu oleh anak-anak yang tergabung dalam marching band Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Pangururan, Kabupaten Samosir, memecah keheningan pagi di sekitar Kelurahan Pasar Pangururan.

Warga masyarakat sekitar sekolah pun riang gembira menonton hiburan yang jarang ditemukan, kecuali waktu perayaan HUT RI di Kabupaten Samosir.

Adalah SMP N 1 Pangururan yang hari ini, Sabtu, 26 November 2022, menggelar pagelaran seni. Pembukaan acara yang digelar dalam rangka untuk membangkitkan dan mendukung kreatifitas serta jiwa seni para siswa-siswi ini, ditandai dengan pawai di Kota Pangururan.

Pawai ini juga disemarakkan oleh siswa-siswi yang menggenakan berbagai pakaian adat tradisional yang ada di tanah air. Seperti pakaian adat Batak (Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, Mandailing), Nias, Jawa dan sebagainya.

Pagelaran seni yang pertama kali digelar SMP Negeri 1 Pangururan ini, juga berlangsung sangat meriah dan membuat seluruh warga sekolah menikmatinya dengan gembira. Banyak sekali siswa-siswi yang turut berpartisipasi untuk mengisi acara.
Penampilan penari marching band, paduan suara dan ansambel musik yang dimainkan siswa-siswi SMP Negeri 1 Pangururan.
Acara tersebut diisi dengan berbagai acara musik, karya ukir, tarian tradisional, paduan suara, puisi, pantonim, drama musikal, dan masih banyak lagi. Acara juga diselingi dengan penampilan siswa yang berlenggang-lenggok layaknya peragawan-peragawati professional, memperagakan busana adat tradisional yang ada di tanah air.

Begitulah pagelaran seni SMP Negeri 1 Pangururan ini berlangsung. Banyak kreatifitas dan inovasi yang dibuat siswa-siswi yang dapat juga membentuk karakter dan kepercayaan diri yang baik bagi mereka.

Menurut ketua panitia pagelaran seni SMP Negeri 1 Pangururan, Eva Verawaty Barus mengatakan bahwa acara ini digelar untuk memperbesar cinta kepada budaya, menyalurkan minat peserta didik, membentuk jiwa dan karakter peserta didik.

"Saat ini sudah banyak pemuda kita yang lupa akan adat dan budayanya, sehingga sejalan dengan visi misi SMP N 1 Pangururan, kita menggelar pagelaran seni ini, agar tradisi yang dibuat leluhur kita tidak pudar," tambah Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pangururan, Mujur Nadeak.
Fashion show anak SMP Negeri 1 Pangururan.
Para undangan yang hadir yakni, Kadis Pendidikan Kabupaten Samosir, Jhonson Gultom, Camat Pangururan, Robintang E Naibaho, Kapolsek Pangururan, AKP Marlen Sitanggang, Ketua Komite Sekolah SMP Negeri 1 Pangururan, para dan orangtua siswa-siswi, sangat mengapresiasi pagelaran seni ini.

"Momen ini sangat luar biasa, regenerasi Kabupaten Samosir. Melalui pagelaran seni SMP Negeri 1 Pangururan ini, jati diri Orang Batak kita munculkan dari para pemuda di SMP Negeri 1 Pangururan," ungkap, Komite Sekolah, Hipas Naibaho.

Senada, Kapolsek AKP Marlen Sitanggang dan Camat Robintang Naibaho turut mengapresiasi kegiatan yang menghidupkan nilai-nilai budaya Batak di kalangan anak muda.

"Kami sangat simpatik atas pelaksanaan pagelaran seni yang dilaksanakan saat ini," ujar Kapolsek Pangururan AKP Marlen Sitanggang.
Berbagai karya lukis murid SMP Negeri 1 Pangururan turut dipamerkan.
Dikatakan, Kapolres Samosir menginisiasi tentang kearifan lokal dan budaya lokal salah satunya mewajibkan personil mengenakan stola motif Ulos. Dengan maksud, Polres Samosir juga menyambut keputusan bupati dalam hal penggunaan Ulos setiap hari Kamis.

"Perlu kira pertahankan penggunaan Ulos. Generasi muda saat ini banyak yang sudah lupa akan budaya, arti-arti daripada ulos. Ada beberapa jenis Ulos yang tidak diketahui generasi muda. Disamping itu, penggunaan Ulos di Kabupaten Samosir sudah berkurang, sudah mulai tergerus budaya kita. Kita harus bangga atas kehadiran pembangunan pariwisata," sebutnya.

Terakhir, Kadis Pendidikan Kabupaten Samosir, Jhonson Gultom menuturkan, diperhitungkan 30 tahun lagi bahwa budaya bisa hilang, sehingga kegiatan seperti ini sangat perlu untuk terus digalakkan.

"Anak-anak kita sudah menghasilkan pelajar SMP yang bisa memainkan musik Toba, kami dari Dinas Pendidikan bangga atas keberhasilan anak-anak kita meningkatkan budaya," pungkasnya, sembari membuka pagelaran seni dengan memukul gong.(SBS).
×
Berita Terbaru Update