-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Dikira Terkait Pupuk, Sejumlah Massa yang Mendemo DPRD Samosir Tidak Mengerti P-APBD

Senin, 03 Oktober 2022 | 23.13 WIB Last Updated 2022-10-04T05:24:54Z
Aksi demo di DPRD Samosir, ada masyarakat yang ikut aksi dijanjikan menyampaikan aspirasi terkait pupuk.(ist).
Samosir(DN)
Sejumlah masyarakat yang melakukan aksi di Kantor DPRD Samosir, Senin (3/10/2022) ternyata tak mengerti tentang P-APBD.

Massa yang mengaku berasal dari Desa Sitoluhuta, Kecamatan Pangururan sejumlah 60 orang menyebutkan, mereka dijanjikan untuk melakukan aksi terkait kelangkaan pupuk.

Mereka merasa dibohongi dan mengungkapkan, tak mengerti tentang P-APBD. "Kemarin disebut untuk menyampaikan aspirasi terkait pupuk," sebut seorang warga yang ikut aksi.

Sejumlah wartawan mengabadikan pengakuan warga melalui rekaman visual. Karena kondisi itu dinilai sebagai pembohongan kepada masyarakat awam.

Adapun demo warga ke kantor DPRD Samosir tersebut menamakan diri "Aliansi Masyarakat Samosir". Manginar Sitanggang yang akrab disebut Amco saat dalam orasinya menuntut pihak Sekretariat DPRD untuk tidak membayarkan hak (gaji) dari 8 orang anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan. Juga satu orang dari Partai Golkar.

Kedelapan anggota DPRD Samosir dari PDIP yaitu: Pardon ME Lumban Raja, Sorta Ertati Siahaan, Pilipus Pandiangan, Juliaman Hutabalian, Maringan Naibaho, Siska Ambarita, Dorcan Lumbanraja, dan Wisnu Sidabutar. Juga satu orang dari Partai Golkar adalah Polten Simbolon. "Mereka yang sembilan orang inilah yang membuat tidak jadinya P-APBD Samosir ditetapkan, mereka tidak hadir saat paripurna," teriak Amco.

Tampak para pendemo itu membawa spanduk yang dibentangkan oleh pendemo itu ada dituliskan, "ALIANSI MASYARAKAT SAMOSIR, DPRD ITU SEBAGAI REPRESENTATIF 440 RIBU MASYARAKAT KAB. SAMOSIR, PARIPURNA ITU MERUPAKAN FORUM TERTINGGI MELAKSANAKAN WEWENANG TUGAS DPRD, JANGAN PILIH DPRD YANG TIDAK PRO RAKYAT".

Dalam menampung aspirasi pendemo tersebut, Wakil ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon mempersilahkan anggota yang hadir yaitu: Jonni Sagala, Saurtua Silalahi, Pantas Lasidos Limbong, Polma Gurning, Parluhutan Sinaga dan Parluhutan Sinaga, menyampaikan pendapat.

Selanjutnya Nasip mempersilahkan koordinator aksi menyampaikan aspirasinya. Amco Sitanggang menyampaikan, “Kami aliansi masyarakat Samosir meminta Badan Kehormatan DPRD Samosir untuk memberikan sanksi berupa tidak membayarkan gaji anggota DPRD yang tidak hadir saat paripurna.

“DPRD digaji dari uang rakyat, DPRD wajib menghadiri paripurna,” kata Amco.

Mengenai jumlah penduduk kabupaten Samosir sebagaimana tertulis “DPRD itu representatif 440 ribu masyarakat Kabupaten Samosir, tidak jelas diketahui dari mana sumbernya.

Dari tulisan di spanduk pendemo itu diketahui bahwa jumlah penduduk Samosir di mark up. Dimana data yang didapat wartawan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Samosir, jumlah penduduk Kabupaten Samosir saat ini (tahun 2022) adalah sebanyak 137.696 ( seratus tiga puluh tujuh ribu enam ratus sembilan puluh enam) jiwa.(red/SMSI Samosir).
×
Berita Terbaru Update