-->

Notification

×

iklan

Iklan

IMG-20220326-WA0052

Gubsu Edy Ikuti Rakornas TPID Nasional

Kamis, 18 Agustus 2022 | 14.57 WIB Last Updated 2022-08-18T12:58:32Z
Gubsu Edy mengikuti rakornas TPID Nasional.(ist).
Sumut(DN)
Tingkat inflasi menjadi perhatian khusus Presiden RI Joko Widodo saat ini. Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sendiri telah mengambil langkah konkret untuk mengendalikan inflasi, agar pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik.

Tingkat inflasi Sumut periode terkini berada di angka 5,62% (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional (4,94%). Lima komoditas utama yang menyebabkan hal ini, menurut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, antara lain cabai merah, bawang merah, angkutan udara, rokok kretek filter dan tomat.

"Kita sudah ambil langkah konkret seperti operasi pasar cabai merah lima kali, MoU dengan Pemkab/Pemko, BUMD, dan Gapoktan untuk ketersediaan cabai merah, pengembangan pertanian terintegrasi, dan lainnya," kata Edy Rahmayadi, usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Nasional melalui zoom dari Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (18/8).

Walau begitu, pertumbuhan ekonomi Sumut membaik tahun ini, berada di angka 4,7% untuk triwulan II 2022 (yoy) lebih tinggi dari nasional 4,4%. Agar upaya pengendalian inflasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai dengan yang diharapkan, Edy Rahmayadi meminta seluruh TPID bekerja sama lebih kuat dan lebih keras.

Sebelumnya dalam Rakornas, Presiden RI Joko Widodo mengatakan akibat kondisi global saat ini yang tidak stabil, 60 negara terancam tumbang. Lebih dari itu, 345 juta orang dari 85 negara terancam kelaparan akut, karena itu Presiden meminta semua daerah bekerja lebih serius.

Ada lima daerah yang inflasinya menjadi perhatian Joko Widodo yaitu Jambi (8,55%), Sumbar (8,01%), Babel (7,77%), Riau (7,04%) dan Aceh (6,97%).

Joko Widodo meminta semua provinsi untuk bekerja di atas standar dan memperhatikan secara detail inflasi daerahnya.(infosumut).
×
Berita Terbaru Update