-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Pemilik Twitter, Elon Musk Bakal 'Menguangkan' Cuitan

Senin, 02 Mei 2022 | 10.41 WIB Last Updated 2022-05-02T09:42:29Z
Pemilik Twitter, Elon Musk.(Reuters).
As(DN)
Bos Tesla, Elon Musk resmi membeli platform media sosial terkemuka Twitter. Tidak main-main, pemilik pabrik mobil listrik terbesar di dunia itu membeli dengan nilai US$ 44 miliar setara Rp 629,2 triliun (kurs Rp 14.300).

Dengan nilai yang begitu besar, publik bertanya-tanya apa yang akan diperbuat oleh seorang Elon Musk di Twitter?

Banyak yang menebak-nebak apa yang akan dilakukan Musk. Pastinya, Elon Musk ingin membuat kerja Twitter sesuai dengan keinginannya.

Pendiri Tesla dan SpaceX Elon Musk bisa mengkaji ulang gaji petinggi-petinggi Twitter untuk memangkas biaya, serta akan mengembangkan cara baru untuk mengeruk keuntungan dari cuitan.

Ia memaparkan rencana itu kepada bank yang menyetujui pinjaman untuk aksuisisi, dan kemudian diceritakan kembali oleh tiga orang yang mengetahui masalah tersebut.

Kepada bank, Musk mengklaim akan mengembangkan cara untuk 'menguangkan' twit yang berisi informasi penting atau cuitan viral. Termasuk membebankan biaya ketika situs pihak ketiga ingin menyematkan (embed) tweet dari individu atau organisasi yang terverifikasi.

Melansir Reuters, informasi tersebut diberikan saat ia mengajukan pinjaman, hanya beberapa hari setelah mengajukan penawaran ke Twitter pada 14 April. Pengajuan komitmen bank pada 21 April ini merupakan kunci petinggi Twitter menerima tawaran Musk.

Orang terkaya dunia tersebut harus meyakinkan bank bahwa Twitter bisa menghasilkan arus kas yang cukup untuk membayar utang.

Pada akhirnya, dia mendapatkan pinjaman senilai US$13 miliar yang dijamin dari Twitter, dan pinjaman US$$12,5 miliar dari saham Tesla. Dia setuju untuk membayar sisa pembayaran dengan uangnya sendiri.

Menurut sumber, paparan Musk ke bank berbentuk visi dari dan bukan komitmen tegas. Pemangkasan biaya yang ia singgung pun belum rinci, demikian menurut sumber.

Musk sendiri sudah mencuitkan tentang pengurangan gaji dewan direksi Twitter, yang katanya dapat menghemat biaya operasional sekitar US$3 juta. Kompensasi berbasis saham Twitter untuk 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021 adalah US$630 juta, meningkat 33 persen dari 2020.

Dalam pidatonya ke bank, Musk juga merujuk margin kotor Twitter lebih rendah daripada bisnis digital serupa seperti Meta dan Pinterest. Menurut dia, hal ini menunjukkan peluang terbuka lebar untuk menjalankan perusahaan dengan cara yang lebih hemat biaya.

Sumber meminta namanya tak disebutkan karena masalah ini bersifat rahasia. Saat dikonfirmasi Reuters, perwakilan Musk menolak berkomentar.(red/Reuters).
×
Berita Terbaru Update