-->

Notification

×

iklan

Iklan

IMG-20220326-WA0052

Penemuan Gajah Sumatera Yang Mati Mengenaskan

Sabtu, 16 April 2022 | 09.17 WIB Last Updated 2022-04-16T05:18:52Z
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Utara menemukan gajah Sumatera (elephas maximus sumatrae) mati dengan luka tusuk dan usus terburai. (Arsip Balai Besar KSDA Sumatera Utara)
Langkat(DN)
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Utara menemukan gajah Sumatera (elephas maximus sumatrae) mati dengan luka tusuk dan usus terburai.

Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatra Utara Irzal Azhar mengatakan awalnya seorang warga menemukan bangkai seekor gajah di perkebunan jeruk, Dusun Aras Napal Kanan, Desa Bukit Mas, Kabupaten Langkat pada Minggu (10/4).

Ditemukan bangkai gajah dewasa jenis kelamin betina dengan kondisi sudah mulai membusuk. Pada tubuhnya ditemukan banyak luka bekas tusukan dengan usus terburai," ujar Irzal dalam keterangannya, Kamis (14/4).

Berdasarkan hasil penelusuran petugas, bangkai gajah itu berada di Hutan Produksi Terbatas, 150 meter berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Lauser.

Irzal menjelaskan pihaknya kemudian mengumpulkan data dan informasi di tempat kejadian serta melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah tersebut.

Berdasarkan hasil pengumpulan data di lokasi kejadian, ditemukan bekas tapak gajah seperti bekas perkelahian.

Menurut keterangan saksi yang berkebun di lokasi, pada Sabtu (9/4) terdengar suara raungan gajah yang tidak biasa di lokasi kejadian. Lalu keesokan harinya ditemukan bangkai gajah oleh warga.

Hasil pengamatan tim medis pada saat dilakukan nekropsi, ditemukan luka benda tumpul di thorax dan abdomen, luka sayatan benda tajam di caling, memar pada otot rusuk kanan, serta luka pada kaki kanan.

Sedangkan hasil pengumpulan data di lokasi, gajah mati akibat tusukan benda tumpul di bagian dada dan perut. Bekas tusukan identik bekas tusukan gading jantan dewasa. Diduga gajah betina didatangi gajah jantan untuk kawin.

"Namun gajah betina yang tidak dalam periode estrus atau belum siap kawin melakukan perlawanan, sehingga akhirnya menyebabkan kematian gajah betina," kata Irzal.

Selanjutnya petugas mengubur bangkai gajah di tempat kejadian dengan menggali kuburan sedalam 2 meter, dibantu oleh masyarakat setempat.

Lebih lanjut Irzal melaporkan pada saat melakukan pengecekan di sekitar lokasi temuan bangkai gajah betina, diperoleh informasi dari masyarakat jika di lokasi lain ditemukan kerangka gajah.

Kemudian petugas resort KSDA Aras Napal 242 menemukan kerangka gajah yang sudah membusuk. Kondisi gajah itu tinggal tulang belulang yang berceceran. Diduga gajah sudah mati lebih dari 6 bulan.

"Terdapat juga sisa-sisa bangkai yang sudah mencair. Kondisi tulang belulang pun tidak lengkap. diperkirakan sudah mati lebih dari enam bulan," katanya.

Penemuan kerangka gajah itu berada di area 242 Aras Napal, berjarak 140 meter dari hutan Taman Nasional Gunung Lauser.

Kepala Subbag Data, Evlap dan Kehumasan BBKSDA Sumut, Andoko Hidayat menambahkan lokasi penemuan kerangka gajah ini merupakan perladangan yang berjarak 20 meter dari jalan lintas desa menuju Dusun Atas Napal. Terdapat alur sungai yang menjadi batas alam antara TN Gunung Leuser dengan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

"Arus sungai tersebut menjadi jalur gajah untuk keluar masuk ke areal perladangan masyarakat yang berada di HPT. Di kebun itu ditanami tanaman jeruk dan pisang yang sering menjadi pakan gajah," ujarnya.(red/cnn Indonesia).
×
Berita Terbaru Update