-->

Notification

×

iklan

Iklan

IMG-20220326-WA0052

Pasca Penumpang Ricuh di Pelabuhan Ambarita, Pengelola Berkelit

Senin, 28 Maret 2022 | 18.51 WIB Last Updated 2022-03-28T15:55:17Z
Wartawan mewawancarai Kadishub Samosir, pihak ASDP, dan pengelola parkir di Pelabuhan Ambarita.
Samosir(DN)
Pasca sesama penumpang KMP Ihan Batak yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Ajibata, ricuh di Pelabuhan Ambarita, Kecamatan Simanindo, pada Minggu, 27/3, Kadis Perhubungan Kabupaten Samosir, Laspayer Sipayung mendatangi Kantor Dermaga Ambarita.

"Rombongan yang 7 mobil tidak mau berpisah. Dari situlah muncul kericuhan. Dan rombongan yang 7 mobil tersebut akhirnya mencari jalan alternatif."

Demikian dikatakan Kadis Perhubungan Samosir, Laspayer Sipayung di Kantor Dermaga Ambarita, didampingi pihak ASDP dan pengelola parkir (karang taruna Ambarita), Senin, 28 Maret 2022.

Laspayer mengatakan, Dinas Perhubungan Samosir hanya mengurusi parkir saja. Dari sisi parkir, sebutnya, pihaknya menyesuaikan dengan muatan kapal fery Ihan Batak.

"Kapasitas muatan kapal fery Ihan Batak hanya 32 unit kenderaan unit mini bus. Maka jika ada bus besar, jumlahnya bisa berkurang," terangnya.

Terkait adanya yang komplin hari Minggu kemarin, Laspayer menjelaskan, ada 7 kenderaan, mereka satu rombongan. Sesuai dengan kapasitas muatan kapal Fery Ihan Batak hanya 32 mobil minibus.

Dari yang 7 mobil tersebut, hanya 5 lagi yang muat. Setelah terjadi konflik, maka mobil yang 5 unit yang sudah masuk kapal Fery, sepakat untuk keluar dan mencari jalur lain.

"Jadi tidak ada yang dirugikan, kalaupun rombongan yang 7 mobil itu memberikan uang parkir, saya pikir itu wajar, sebab mereka sudah menggunakan lapangan parkir pelabuhan ini," ujarnya.

Kadishub Samosir mengaku, saat mendengar adanya kericuhan di Dermaga Simanindo, pihaknya langsung datang. "Kita surati pihak terkait, termasuk pihak ASDP, pihak pengelola kapal Fery Ihan Batak dan juru parkir," tandasnya.

Sementara itu, pihak UPT ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) melalui Kepala satuan pengelola Dermaga Simanindo, Awal Batubara mengatakan, di dermaga Ambarita ini, ada tiga manajemen, yaitu parkir dikelola dinas Perhubungan Pemkab Samosir, dermaga dikelola ASDP, dan manajemen Fery Ihan Batak.

"Terkait adanya kericuhan pengguna jasa atau penumpang Fery Ihan Batak, itu diluar manajemen kami. Kan ada petugas parkir, harusnya dari rombongan 7 mobil itu 5 lagilah yang muat. Tapi yang 2 mobil lagi langsung menerobos dari parkiran menuju Fery," ujarnya.

Saat ditanya wartawan mengenai tiket ke 7 mobil rombongan dimaksud, kapan jadwalnya, "Ia mengatakan, tentu tiketnya sudah dibatalkan dan itu sudah clear," katanya.

Tak sampai disitu, wartawan meminta menunjukkan tiket ke 7 mobil rombongan itu, awal pihak ASDP mengaku bisa menunjukkannnya.

Namun sejurus kemudian, ia berkelit, "Tiketnya sama merekalah. Ada tiketnya sebagai bukti saja sama kami itu. Sebagai bukti pemesanan saja itu. Sudah dibuang itu," ketusnya sambil berlalu, katanya untuk makan siang.(red).
×
Berita Terbaru Update