-->

Notification

×

iklan

Iklan

IMG-20220326-WA0052

Usai Bacok dan Bakar Rumah Tetangga, Pria di Taput ini Bunuh Diri

Sabtu, 26 Februari 2022 | 01.03 WIB Last Updated 2022-02-26T05:04:25Z
Ilustrasi.(ist).
Taput(DN)
Warga Desa Selamat, Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut), digegerkan oleh kejadian pembacokan empat warga oleh tetangganya sendiri. Pelaku, HS (42), juga membakar rumah tetangganya dan kemudian nekat bunuh diri dengan minum racun hama.

"Dari hasil interogasi tim kami di lapangan, diduga kuat bahwa pelaku sudah mempersiapkan rencana penganiayaan dan pembakaran tersebut kepada tetangga-tetangganya sendiri," jelas Kapolres Taput AKBP Ronald Sipayung melalui Kasi Humas Aiptu W Baringbing, kepada wartawan, Jumat (25/2/2022), dilansir dari detikcom.

Keempat tetangga pelaku yang terkena bacok yakni Kompader Hutagalung (51), Epi Tambunan (69), Tardas Dante Sitompul (61) dan Hotmiang Panggabean (43).

Peristiwa ngamuknya pelaku terjadi pada dini hari tadi, sekitar pukul 02.00 WIB. Kepada polisi, saksi menjelaskan pelaku pertama kali mendatangi rumah Epi Tambunan dengan menggedor-gedor pintu.

Saat korban membuka pintu, pelaku langsung membacok korban menggunakan parang atau kelewang.

Selanjutnya, pelaku mendatangi tetangga sebelah rumanya, yaitu Tardas Dante Sitompul, dengan cara yang sama. Setelah Tardas membuka pintu, ia kembali membacok korban dan istrinya, Hotmiang Panggabean.

Aksi HS berlanjut dengan menggedor rumah tetangganya, Kompader Hutagalung. Namun korban dan istrinya, Kristina Sitompul, lebih dulu melihat gelagat aneh pelaku hingga pintu pun ditahan agar pelaku tidak bisa masuk ke rumah.

Saat terjadi dorong-mendorong pintu, pelaku membacok tangan Kompader Sitompul. Karena tidak bisa masuk ke rumah korban Kompader Hutagalung, pelaku lalu mengambil bensin dan menyiramkannya ke rumah Kompader.

Rumah Kompader hangus terbakar. Kompader dan Kristina lalu menyelamatkan diri lewat bagian belakang rumah sambil menjerit minta tolong.

Begitu pelaku puas dengan aksinya, dia melarikan diri ke depan rumahnya sendiri. Dia lalu bunuh diri dengan cara meminum racun insektisida.

"Sebagai bukti bahwa dugaan telah direncanakan, di dalam tas sandang pelaku ada ditemukan berupa bensin, mancis, parang, dan racun hama. Saat ini keempat korban penganiayaan masih dalam perawatan di Puskesmas Pahae Jae, sedangkan jenazah pelaku sudah diserahkan kepada keluarganya," tutur Baringbing.(red/dtc).
×
Berita Terbaru Update