-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Kirim Peti Mati Untuk Diri Sendiri, Polres Dairi Berhasil Ungkap Pelaku Teror di Paropo

Senin, 06 Desember 2021 | 17.20 WIB Last Updated 2021-12-06T14:28:42Z
Dua peti mati beserta salib atas nama 3 warga yang masih hidup, menghebohkan warga Desa Paropo Dairi pada pekan lalu.(net).
Dairi(DN)
Polres Dairi akhirnya berhasil mengungkap Tersangka pelaku pengirim dua peti mati serta salib yang sempat menghebohkan warga masyarakat Desa Paropo Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi.

Ternyata, kiriman dua unit peti mati serta salib dengan tulisan tiga nama warga yang masih hidup itu, pelakunya adalah salah satu yang namanya tertulis di salib tersebut, berinisial WS (35).

Dalam keterangan pers Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman menerangkan pelaku berhasil diungkap setelah jajarannya dibantu tim dari Polda melakukan penyelidikan secara intens.

"Terima kasih kita ucapkan kepada tim dari Polri, dalam hal ini Polres Dairi, Poldasu yang gerak cepat mengungkap pelaku teror pengiriman peti mati, melalui pemeriksaan dan penyelidikan secara intens kepada 14 orang saksi, sehingga pelaku WS bisa diamankan," terang AKBP Wahyudi Rahman, dilansir dari Mistar Id, Senin, 6 Desember 2021.

Sesuai pengakuan pelaku, lanjut Kapolres, motifnya melakukan pengiriman peti mati itu, murni karena kecewa atas hasil pemilihan kepala desa di kampungnya. "Tidak ada yang menyuruh dan biaya pesanan dua peti mati ditanggung WS," ungkapnya.

Diterangkan, awalnya pelaku sangat optimis menang, mengingat banyak keluarga dekatnya di desa itu. Nyatanya, jagoannya malah keok dan keluarga dekatnya justru tidak mendukung.

Tersangka yang kecewa selanjutnya memesan peti mati via handphone kepada pengusaha peti mati di Tigapanah Kabupaten Karo untuk mengirimkan 2 peti mati ke Desa Paropo.

Dua peti mati yang dipesannya atas namanya yang salah satunya tertulis atas namanya WS seharga Rp.1.800.000,- /batang, sehingga kedua peti mati itu seharga Rp. 3.600.000.

Tersangka dalam pengakuannya, baru akan membayar peti mati tersebut setelah barang sampai ditempat yaitu desa Paropo.

Kini WS (35) ditahan di Mako Polres Dairi untuk menjalani pemeriksaan, sementara pengusaha peti mati dari Tanah Karo hanya dijadikan saksi.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal  14 ayat (1) dari UU No 01 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun.

Sebelumnya diberitakan, warga masyarakat Desa Paropo Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi dihebohkan kiriman dua unit peti mati serta salib dengan tulisan tiga nama warga yang masih hidup.

Kiriman peti mati tersebut diduga dipesan orang tidak bertanggung jawab dari Desa Tigapanah Kabupaten Karo dan diantar ke Desa Paropo. Peti mati itu lengkap dengan salib bertuliskan “Dison Maradian Waldiman Sijabat dan Dison Maradian Faisal/Jesi Situngkir, Senin (29/11/21).

Warga dihebohkan setelah pengusaha peti mati, juga yang mengantar menggunakan mobil pick-up warna putih, atas nama Daulat Ginting tiba di Desa Paropo yang hendak menanyakan alamat sesuai pesanan dua peti mati tersebut.

Setibanya di lokasi oleh warga yang mendengar kiriman dua peti atas nama kedua orang warga Desa Paropo dan ternyata masih hidup. Warga kaget dan heboh serta spontan ramai dan penuh tanya. Warga menilai, kejadian tersebut merupakan teror kepada nama di salib tersebut.

Kini, kedua warga yang namanya tertulis di salib langsung melaporkan ke pihak kepolisian Resort Dairi dan kini sudah ditangani Polres Dairi.

Informasi sementara dihimpun wartawan, terkait pengiriman dua unit peti mati tersebut merupakan dampak dari pemilihan kepala desa 25 November lalu.

Adapun kandidat kontestasi pilkades di Desa Paropo ada dua orang yaitu nomor urut 1 Sardi Situngkir dan nomor urut 2 Bongga Erwinson Situngkir, nomor urut 1 memperoleh suara terbanyak.

Sementara itu, Kepala Desa Paropo Kecamatan Silahisabungan, Bongga Situngkir, Senin (29/11/2021) melontarkan kekecewaan terkait pengiriman 2 peti mati ke daerahnya. 

Diduga, perbuatan itu punya hubungan dengan pemilihan kepala desa (pilkades). "Itu seolah ejekan atau fitnah," ketusnya.

Diterangkan, pihaknya menerima kiriman 2 peti mati yang dipesan dari Tiga Panah Kabupaten Karo. Kotak itu berjumlah 2 unit berikut salib berwarna putih. 

Pada salib dimaksud tertera 3 nama. 1 salib bertuliskan nama Waldiman Sijabat dan 1 salib lagi dibubuhi 2 nama yakni Jesi/Faisal Situngkir. 

Bongga mengatakan, tiga warga dengan nama itu adalah tim pemenangannya saat pilkades, Kamis (25/11/2021). Kondisinya sehat walafiat. 

“Saya terima kekalahan, namun perbuatan itu sangat menyakitkan,” kata Bongga.

Bongga menyebut, biarlah polisi mengusut, siapa yang memesan peti jenazah itu. “Peristiwa itu mengagetkan dan tidak dapat diterima logika. Warga dalam kondisi sehat dan bekerja, tiba-tiba dikirim peti mati. Itu keterlaluan," ujar Bongga. 

Pada salib itu terbaca kalimat vertikal ‘Dison Maradian’. Tidak ada tanggal lahir tetapi menerangkan hari wafat, 29 Nopember 2021.(red/mistar/net).
×
Berita Terbaru Update