-->

Notification

×

iklan

Iklan

Bawaslu Samosir Rayakan Hari Lahir ke-13 Tahun Dengan Sederhana

Jumat, 09 April 2021 | 12.21 WIB Last Updated 2021-04-09T08:31:38Z
Ketua Bawaslu Samosir memberikan tumpeng HUT ke-13 Bawaslu kepada komisioner.
Samosir(DN)
Tepat hari ini, Jumat, 9 April 2021, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memperingati hari lahirnya ke-13 secara nasional. Di Kabupaten Samosir sendiri, dirayakan dengan secara sederhana di Sekretariat Bawaslu setempat, di Jalan Raya Simanindo Desa Panampangan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
Ulang tahun Bawaslu dengan tema “Mengawasi Untuk Demokrasi" ini dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Samosir Anggiat Sinaga bersama Anggota Komisioner lainnya, Robintang Naibaho, Rianto Nainggolan, Korsek Ritha Bakkara dan staf Bawaslu.

Peringatan juga dihadiri Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Samosir yang diwakili dua komisioner yakni Monang Sinaga dan Gomgom Situmorang serta Kadis Kominfo Samosir, Rohani Bakkara.
Ketua Bawaslu Samosir memberikan tumpeng kepada Korsek dan bendahara.
Berbeda seperti biasanya, syukuran tersebut tidak mengundang banyak pihak, hanya pemotongan tumpeng dan memanjatkan doa syukur. Hal ini berdasarkan instruksi dari Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi Sumatera Utara ditengah kekhawatiran wabah Corona.

Kendati dirayakan sederhana, suasana suka cita tetap terlihat dalam perayaan ini dengan menerapkan protokol yang ketat terhadap upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Perayaan hari jadi Bawaslu kali ini berbeda dari biasanya. Kita mengikuti melalui video conference dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti peserta dibatasi, jarak 1-2 meter, dan menggunakan masker,” ucap Ketua Bawaslu Samosir, Anggiat Sinaga.
Mengikuti perayaan HUT Bawaslu ke-13 melalui video conference.
Dikatakan, peran lembaga Bawaslu saat ini sudah menginjak tahun ke-13 dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia. Lebih lanjut, ia berharap agar lembaga Bawaslu semakin berintegritas dan menjadi punggawa dalam proses dalam mengawasi demokrasi.

Anggiat Sinaga menegaskan bahwa masih banyak tugas-tugas yang harus dilakukan dalam mengabdikan diri di Bawaslu. Yang tak kalah penting juga harus senantiasa mengevaluasi kinerja sebagai penyelenggara dalam mengawasi tiap tahapan agar kedepannya semakin baik.

“13 tahun Bawaslu mengawasi untuk demokrasi, bersama Bawaslu awasi Pemilu bersama Bawaslu tegakkan keadilan Pemilu,” pungkasnya.

Perayaan HUT ke-13 Bawaslu inipun ditutup dengan pemotongan tumpeng secara bersama-sama oleh pimpinan Bawaslu Kabupaten Samosir dan dilanjutkan dengan acara hiburan lomba makan kerupuk dan sebagainya.
Ketua Bawaslu Samosir Anggiat Sinaga memberikan tumpeng kepada staf Bawaslu.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Abhan saat memberikan pidato yang diikuti Bawaslu Samosir melalui video converence menyampaikan bahwa refleksi peringatan 13 tahun Bawaslu tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

Meski begitu, hal ini bisa menunjukkan kerja Bawaslu dapat ditunaikan dengan rintangan yang tidak mudah bahkan bisa tenang dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat.

Sebagaimana usia 13 tahun, Abhan melihat banyak dinamika, visi misi, dan gagasan-gagasan yang ada menyertai kiprah Bawaslu. Dia mengingat sejarah kelembagaan Bawaslu hingga saat ini tentu tidak singkat, seiring dengan perjalanan sejarah pemilu di Indonesia.

"Tujuan perayaan ini adalah dalam rangka mengingat bagaimana perjalanan Bawaslu sepanjang 13 tahun ini," tuturnya dalam perayaan HUT ke-13 Bawaslu di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (9/4/2021)

Bawaslu, tambah Abhan, dalam melaksanakan tugas tidak pernah sendiri melainkan banyak pihak yang mendukung keberhasilannya, di antaranya KPU dan DKPP sebagai satu kesatuan penyelenggaraan pemilu dan juga berbagai kementerian terkait, mitra Sentra Gakkumdu, para pegiat pemilu, akademisi, serta media massa yang membantu menyosialisasikan kerja-kerja Bawaslu.
Bawaslu bersama KPU dan Kadis Kominfo lomba makan kerupuk.
Dalam menjalankan tugasnya, Abhan menyatakan Bawaslu tidak lepas dari catatan kritik dan masukan dari masyarakat. Dia juga tidak memungkiri, Bawaslu kerap mendapat apresiasi dan pengharagaan karena berhasil menjadi instrumen penyelenggaraan pemilu yang demokratis.

"Berbagai pandangan dan dialek ini harus jadi catatan kita ke depannya. Selama ada kewenangan Bawaslu, kita berharap bisa terus mengawal pemilihan dengan prinsip jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia," ungkapnya.

Menurutnya kekurangan dan kelembangan tidak boleh menghalangi langkah Bawaslu agar terus maju mengawal proses demokrasi di Indonesia. Harapannya dinamika perjalanan yang dilalui bisa membuat daya tempuh Bawaslu semakin dinamis dan baik ke depannya.

Maka dalam kesempatan yang berbahagia, Abhan pun berterima kasih kepada seluruh jajaran Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/ Kota, serta Panitia Penngawas (Panwas) Kecamatan, Panwas Kelurahan/Desa, dan Pengawas TPS yang telah mendedikasikan tenaga dan semangat dalam menjalankan tugas selama ini, baik dalam pelaksaan pemilu maupun pemilihan/pilkada.

"Terima kasih atas kerjasama yang telah terajut selama ini selamat memperingati 13 tahun Bawaslu mengawasi untuk demokrasi. Kita jadikan momentum peringatan tahun ini sebagai tindak awal perubahan untuk memicu lompatan besar bagi kemajuan yang signifikan," kata Abhan.(SBS).

×
Berita Terbaru Update