-->

Notification

×

iklan

Iklan

KPAI Investigasi Video Asusila Pelajar yang Viral di Jejaring Sosial

Rabu, 03 Maret 2021 | 19.29 WIB Last Updated 2021-03-03T14:31:58Z
Sejoli anak di Tasikmalaya terekam video berbuat asusila (Foto: tangkapan layar video).
Tasikmalaya(DN)
Aksi asusila sepasang pelajar di Kabupaten Tasikmalaya viral di Whatsapp Grup. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Tasikmalaya melakukan investigasi.

KPAID menemukan fakta, pelaku yang terekam video masih duduk di Bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah menengah pertama (SMP).

"Memang betul kami dapati bahwa video viral, kami dalami dan investigasi terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Bahwa pemerannya masih anak anak usia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), ucap Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Rabu (03/03/21).

Dilansir dari detikcom, dalam waktu dekat pihak KPAID akan memanggil para pihak yang terlibat. "Kami lakukan edukasi," tambahnya.

Lokasi yang digunakan merupakan areal Kantor Desa yang berada satu komplek dengan Sekolah dan gedung PPK. Dipastikan pengambilan Video dilakukan siang hari.

Diketahui, kedua anak ini beradegan layaknya orang dewasa sambil senderan di dinding bangunan. Sementara, seorang temannya menunggu dengan duduk di atas motor.

"Dalam investigasi ditemukan perbuatan ini dilakukan di areal Desa ada gedung PPK, sekolah dan dilakukan siang hari. Sementara pengambilan video oleh orang lain. Sudah kami temukan dan akan dipanggil," kata Ato.

Tindakan asusila pelajar ini disinyalir terjadi akibat minim pengawasan orang tua serta faktor belajar daring. Siswa lebih leluasa menggunakan gadget dengan alasan belajar daring.

"Ada korelasi ini dengan masa Pandemi Covid 19. Hari ini anak lebih leluasa memegang gadget ini bisa jadi salah satu pemicu," tambah Ato.

Bahkan Data KPAID Kabupaten Tasikmalaya tindak kekerasan dan asusila setahun pandemi Covid-19 sangat tinggi. Angkanya terjadi 152 kasus dengan 80 persennya tindakan asusila.

"Pertama masa pandemi tindak kekerasan di Kabupaten Tasikmalaya meningkat signifikan. Melibatkan 152 orang anak di tahun 2020. Delapan puluh persennya asusila dan ini membuat kita prihatin," pungkas Ato.(red/dtc).
×
Berita Terbaru Update