-->

Notification

×

iklan

Iklan

Propam Polri Turut Pantau Kasus Tewasnya Herman 'Dijemput Tak Berbaju'

Minggu, 07 Februari 2021 | 16.23 WIB Last Updated 2021-02-07T10:36:47Z
Gedung Mabes Polri.(detik.com).
Jakarta(DN)
Polda Kalimantan Timur (Kaltim) sedang memeriksa anggota Polresta Balikpapan setelah seorang tahanan bernama Herman dijemput saat tak berbaju sebelum kemudian dinyatakan tewas. Mabes Polri pun turut memantau kasus ini.

"Biarkan Propam Polda (Kaltim) bekerja sesuai tupoksinya," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dihubungi, Minggu (7/2/2021).

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan kasus Herman yang meninggal dengan luka di sekujur tubuh sudah ditangani oleh Polda Kaltim. Propam Polri juga akan turut memantau penanganannya.

"Masalah itu sudah ditangani oleh Polda Kaltim, dan tentunya Divisi Propam Polri akan memantau penanganannya," ucap Rusdi saat dihubungi secara terpisah.

Sebelumnya, Herman yang merupakan tahanan Polresta Balikpapan meninggal dengan luka di sekujur tubuhnya setelah ditangkap oleh anggota Polresta Balikpapan. Keluarga Herman pun melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kaltim.

Kematian Herman seperti yang dijelaskan di atas disampaikan LBH Samarinda seperti dalam keterangan pers mereka yang dikutip Minggu (7/2). LBH Samarinda menyebut peristiwa ini terjadi pada 2 Desember 2020 malam di mana saat itu Herman yang disebut sedang berada di rumah, kemudian didatangi orang tidak dikenal.

Herman disebut dibawa pergi oleh orang tak dikenal itu dalam posisi bertelanjang dada alias tidak memakai baju dan mengenakan celana pendek berwarna hitam. Belakangan, LBH Samarinda menyebut orang tak dikenal yang membawa pergi Herman itu diketahui anggota Polresta Balikpapan.

Keesokan harinya, keluarga disebut mendapat kabar dari Polresta Balikpapan kalau Herman telah tewas. Polisi disebut mengatakan Herman tewas karena buang air dan muntah saat diberi makan.

LBH menyebut jenazah Herman kemudian dibawa pulang pihak keluarga, namun keluarga kaget setelah melihat jenazah Herman yang penuh luka di sekujur tubuhnya, bahkan ada darah segar yang mengalir dari salah satu bagian tubuhnya.

Kemudian pada tanggal 4 Desember 2020, sekitar pukul 08.30 Wita, jasad korban tiba di rumahnya yang diantar oleh personel Polresta Balikpapan.

"Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk membuka kafan pembungkus jasad korban dan ditemukan luka sayatan di hampir seluruh tubuh korban dengan darah segar yang masih mengalir, serta lebam dan luka lecet di bagian punggung korban," jelas salah satu Tim Advokasi LBH Samarinda, Fathul Huda Wiyashadi.

Karena inilah keluarga Herman melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kaltim. Namun hingga saat ini keluarga Herman disebut belum mendapatkan laporan lanjut.

Fathul mengatakan keluarga Herman berharap Propam Polda Kaltim segera menemukan pelaku kekerasan terhadap Herman. Saat ini keluarga Herman sudah memasukkan pengaduan pembunuhan terhadap Herman kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum dan ditembuskan kepada Bidang Propam Polda Kaltim.

"Korban dipulangkan tidak bernyawa dengan penuh luka di sekujur tubuhnya yang masih mengeluarkan darah segar. Namun keluarga tidak kunjung mendapatkan informasi yang jelas mengenai sebab-musabab mengapa Herman disiksa hingga tewas," ujar Fathul Huda Wiyashadi.(dtc).
×
Berita Terbaru Update