-->

Notification

×

iklan

Iklan

Diterjang Hujan Deras, Tanah Longsor Timpa Rumah Warga Tanjung Bunga

Rabu, 23 Desember 2020 | 08.45 WIB Last Updated 2020-12-23T15:35:09Z
Rumah warga Desa Tanjung Bunga yang tertimpa tanah longsor.
Samosir(DN)
Sebuah rumah warga Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, rusak parah akibat tertimpa tanah longsor bercampur bebatuan. Peristiwa itu bermula hujan deras dalam waktu lama.

Kepala Desa Tanjung Bunga, Lasper Bartolomeus Sitanggang mengatakan, sebelum bencana alam tanah longsor terjadi hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa malam 22 Desember hingga Rabu (23/12) dini hari.

"Tidak ada korban jiwa akibat bencana alam yang terjadi. Namun ada seorang anak berusia 8 tahun patah tulang akibat terjepit. Juga rumah tersebut mengalami kerusakan terkena tanah longsor," kata Lasper.

Diceritakan, saat kejadian, Rumah A. Hulman Naibaho yang dihuni N. Josua atau Ernita Silaban (Janda, istri Almarhum A. Josua Sigalingging) ini sedang istirahat di kamar bersama 3 anaknya yang masih kecil-kecil. Sekira pukul 23.11 WIB, tiba-tiba N. Josua dan keluarga dikejutkan tanah bercampur batu yang longsor menimpa seisi rumah.
Tampak tanah longsor menimpa atap rumah warga.
"Warga sekitar yang juga terkejut bergegas memberikan pertolongan dan melarikan anak yang terjepit tersebut ke RSUD Dr Hadrianus Sinaga, untuk segera mendapatkan pertolongan," tambah Kepdes Tanjung Bunga.

Dia menambahkan, hari ini, Rabu pagi, warga Tanjung Bunga langsung bergotong royong untuk melakukan pembersihan material tanah longsor yang mengakibatkan rusaknya bangunan rumah warga.

Senada Ernita Silaban (44) ketika dilonfimasi awak media Rabu (23/12) di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Dr. Hadrianus Sinaga Pangururan, membenarkan kejadian tanah longsor tersebut.

Janda tiga anak ini juga membenarkan bahwa anaknya mengalami patah tulang akibat reruntuhan bangunan rumah yang menimbun seluruh badan anaknya. "Hanya kepala yang nampak," lirih Ernita saat menceritakan kejadian naas itu.
Kondisi korban tanah longsor di Desa Tanjung Bunga saat dirawat di RSUD Dr Hadrianus Sinaga.
Ernita menjelaskan, malam itu dirinya sangat gelisah karena hujan yang sangat deras tersebut. Namun anak-anaknya sudah pada tidur pulas. Naas, tetiba parik penahan tanah samping rumah amblas hingga dinding bangunan roboh.

"Saya hanya mampu menyelamatkan anakku paling bungsu. Anak saya Timotius sudah sempat tertimbun reruntuhan bangunan. Saya pun menjerit-jerit minta pertolongan. Untunglah masyarakat cepat datang menolong dan melarikan anak saya ke rumah sakit," tuturnya.

Atas musibah ini, sejumlah perantau asal Tanjung Bunga mengucapkan turut bersedih dan prihatin di situasi ini. "Kita doakan anak kita (korban) cepat sembuh dan pulih, dan semua keluarga tetap kuat dan semangat," ucap salah satu perantau, Ludovikus Nadeak.

Mereka juga mengingatkanaparatur desa dan masyarakat untuk memeriksa kondisi parik di sekitar rumah warga Tanjung Bunga. Hal ini guna mengantisipasi agar jangan terulang kembali kejadian yang sama. "Karena umur parik itu sudah tua, dan saat ini musim penghujan, kemungkinan aliran air tidak lancar lagi dari atas sehingga mengakibatkan longsor," pungkasnya.(SBS).
×
Berita Terbaru Update