-->

Notification

×

iklan

Iklan

Pemkab Samosir Kembangkan Potensi Wisata Desa Parlondut Penghasil Tuak

Jumat, 11 September 2020 | 18.22 WIB Last Updated 2020-09-11T17:11:29Z
Bupati Samosir Rapidin Simbolon bersama Kadisbudpar Propsu, Ria Telaumbanua, Camat Pangururan dan Kadis Pariwisata menikmati Tuak Desa Parlondut.
Samosir(DN)
Lokasinya yang cukup strategis, terletak di seberang danau objek wisata Aek Rangat dan tidak jauh dari Kota Pangururan, membuat Desa Parlondut menjadi segitiga emas pengembangan destinasi wisata baru di Kabupaten Samosir.

Selain hamparan pantai pasir putihnya yang potensial untuk digarap, desa ini juga merupakan salah satu wilayah di Pulau Samosir yang terkenal sebagai penghasil bagot (air nira) atau yang oleh masyarakat setempat disebut tuak.

Menggali potensi ini, Pemerintah Kabupaten Samosir sedang bersiap menjadikan Desa Parlondut menjadi desa wisata berbasis industri lokal.
Keseriusan Pemerintah Kabupaten Samosir ini diawali dengan telah dikukuhkannya pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Bagot Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Jumat, 11 September 2020.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon saat mengukuhkan menuturkan, agar Wisata Bagot Desa Parlondut bukan hanya sebutan sebagai desa wisata tetapi juga the real desa wisata yang mampu mengundang wisatawan lokal, domestik, dan internasional.

Rapidin Simbolon pun melirik potensi desa ini sebagai penghasil bagot (air nira) atau tuak manis. Menurutnya, aktivitas maragat (menyadap) pohon nira atau tuak manis tersebut harus dijadikan salah satu dari aktivitas pariwisata Desa Parlondut.
Bupati Samosir Rapidin Simbolon kukuhkan pengurus Pokdarwis Wisata Bagot Desa Parlondut.
“Jangan mentok hanya dijadikan minuman. Harus dipikirkan bagaimana supaya terkemas menjadi wisata berbasis industri aren, yaitu cara memproses air nira menjadi berbagai makanan yang memiliki nilai jual dan ciri khas tersendiri," ungkap Bupati Samosir Rapidin Simbolon.

Ditambahkannya, aktivitas ini dilakukan agar wisatawan tidak hanya merasakan nikmatnya minum tuak manis tapi juga mengikuti bagaimana proses nyadep.

Untuk itu, Rapidin Simbolon berharap agar pokdarwis ini benar-benar menjadi agen perubahan dalam membentuk pola pikir kepariwisataan kepada masyarakat serta pentingnya kolaborasi fungsi pariwisata dan ekonomi kreatif lintas sektor.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Wisata Bagot Desa Parlondut, Jakiman Sitanggang mengatakan bahwa ide dibentuknya Desa Wisata Bagot berawal dari banyaknya masyarakat desa tersebut yang bekerja sebagai paragat bagot (penyadap tuak).

Mereka pun menyadari, alangkah lebih baik jika desa tersebut dijadikan sebagai desa wisata yang menyajikan bagot bagi pengunjung dilengkapi dengan panorama Danau Toba dan Gunung Pusuk Buhit yang begitu indah.

Dia mengatakan, tak hanya berupa minuman, banyak produk turunan yang telah mereka olah dengan berbahan dasar bagot, seperti kue bolu dan keripik.

“Jadi, melalui pokdarwis ini, kita juga ingin mengedukasi masyarakat agar tidak berpandangan negatif terhadap bagot. Bagot akan baik untuk kesehatan jika kita minum secukupnya, cukup 2 gelas. Kita juga bisa menghasilkan banyak olahan turunan. Jadi, semoga dengan pembentukan pokdarwis ini dapat meningkatkan perekonomian warga,” ujar Jakiman Sitanggang.

Kemauan masyarakat untuk membentuk Pokdarwis Desa Wisata Bagot ini pun diapresiasi oleh pemerintah desa dan pemerintah kecamatan.

Camat Pangururan Beresman Simbolon mengatakan akan mendukung sepenuhnya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pokdarwis ini. Dan direncanakan akan dibantu dari anggaran desa dalam pengembangan ke depannya.

Dia juga meminta agar Pokdarwis Desa Wisata Bagot senantiasa menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan untuk meningkatkan kompetensi pokdarwis ini.(SBS).
×
Berita Terbaru Update