-->

Notification

×

iklan

Iklan

Perkebunan Kopi Butuh Peremajaan, DPRD Samosir Observasi Ke Disbun Provsu

Senin, 10 Agustus 2020 | 12.02 WIB Last Updated 2020-08-10T11:20:30Z
Ketua DPRD Samosir bersama komisi II kunjungan kerja ke Disbun Provsu.
Samosir(DN)
Dalam upaya memajukan sektor pertanian, Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba ST bersama Komisi II melakukan konsultasi dan observasi dalam rangka memperoleh informasi terkait Pengelolaan Pembangunan Pertanian ke Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera, Senin (10/8/2020).

Wakil rakyat Kabupaten Samosir ini sharing dengan Disbun Sumut untuk mendapatkan gambaran kebijakan apa saja yang bisa diambil oleh Provinsi Sumatera Utara melalui Disbun guna mendukung kemajuan pertanian di kabupaten itu.

Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba ST dikonfirmasi terkait apa saja yang diperoleh dari sharing tersebut mengatakan, kunjungan kerja Komisi II ini diterima langsung Pelaksana Tugas Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Ir. Nazli M.MA bersama Kepala Bidang Produksi, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian dan Kepala UPT Perbenihan. 

Pertemuan dilaksanakan di Aula Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara yang dihadiri Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba ST dan anggota Komisi II yakni Pardon Lumban Raja, Polma Gurning, Sorta Siahaan, Baringin Sihotang, Jhonny Sagala, Haposan Sidauruk, dan Suhanto Sitanggang.

"Dalam pertemuan ini kami saling berbagi pengalaman tentang apa saja kendala yang dihadapi dan juga langkah-langkah strategis guna mendukung kemajuan sektor pertanian di Sumatera Utara umumnya dan Kabupaten Samosir khususnya," ungkap Saut Martua Tamba ST.
DPRD Samosir berphoto bersama dengan Disbun Provsu.
Pada kesempatan itu, DPRD Samosir juga membahas perluasan lahan perkebunan. Dimana ada sekitar 500 ha lahan perkebunan kopi di Kabupaten Samosir yang butuh peremajaan dengan umur kopi 15-20 tahun. Karena itu Samosir membutuhkan bantuan bibit kopi.

Selain itu juga dibahas mengenai komoditas prospektif lainnya yaitu sereh wangi dan komoditas lainnya. Khusus sereh wangi dimana pada saat ini animo petani sangat tinggi untuk mengembangkan komoditas tersebut.

Sehingga diharapkan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara untuk memfasilitasi baik untuk penyediaan benih maupun memberikan bimbingan teknis mengenai cara budidaya sehingga produksi yang dihasilkan dapat lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Dengan adanya kunjungan ini, pihak komisi II akan memberikan saran ke pihak Dinas Pertanian Samosir untuk mengambil kebijakan bagaimana memaksimalkan ekonomi dari komoditi unggulan dan diharapkan bisa diadopsi.

"Mengingat Kabupaten Samosir masuk salah satu daerah yang lahan pertaniannya cukup luas, saya kira hasil pertemuan ini akan menjadi masukan bagi Distan untuk mendongkrak eksistensi salah satu komoditi unggulan (kopi) yang pada akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat," tutur Politisi PDIP itu.(SBS).
×
Berita Terbaru Update