-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Perdana, Kabupaten Samosir Ekspor 16 Ton Sayur Mayur Ke Taiwan

Senin, 03 Agustus 2020 | 19.02 WIB Last Updated 2020-08-03T12:53:48Z
Bupati Samosir saat hendak memberangkatkan armada yang mengangkut hasil pertanian ke Taiwan.
Samosir(DN)
Untuk pertama kalinya, Kabupaten Samosir mengekspor sebanyak 16 ton hasil pertanian sayur mayur berupa kol, wortel, dan sayur putih ke luar negeri, Taiwan.

Pada kesempatan ini, Bupati Samosir, Drs. Rapidin Simbolon MM memberangkatan langsung armada yang mengangkut hasil pertanian dari kelompok tani yang tergabung dalam wadah Koperasi Samosir Kasih Sinergi, di Kantor Cabang Pemasaran Desa Sipira, Kecamatan Onan Runggu, Senin, 03/08/2020.

Bupati Samosir mengungkapkan bahwa pengiriman ekspor pertanian sayur mayur ini merupakan kebangkitan petani di Kabupaten Samosir. Diharapkan di hari yang akan datang bisa diberangkatkan lebih banyak lagi.

Rencananya, di bulan September mendatang juga akan diberangkatkan 4 kontainer. Atas hal ini, pemerintah Kabupaten Samosir akan terus mendukung petani, baik dari sisi peralatan maupun sisi lainnya.

"Kita harapkan dengan berhasilnya ekspor perdana ini menjadi pemacu kita untuk meningkatkan hasil pertanian khususnya sayur mayur dan pengolahan lahan-lahan tidur di Samosir ini akan semakin luas dan cepat. Pemerintah Daerah akan memfasilitasi melalui alat-alat berat, sehingga petani bisa semakin cepat pengolahannya dan semakin sejahtera," jelas Rapidin Simbolon.

Sementara itu, Ketua Koperasi Samosir Kasih Sinergi, Manatar Rumapea menjelaskan bahwa seluruh hasil pertanian ini merupakan hasil pendampingan kepada Kelompok Tani maupun yang bukan kelompok tani di Kabupaten Samosir, yang saat ini sudah mencakup 7 (tujuh) Kecamatan dengan total luas lahan hampir 300 hektar.
Sejumlah hasil pertanian Samosir yang akan diekspor ke Taiwan.
Menurut Manatar para petani yang bergabung akan dilakukan pembinaan dari tim ahli dari mulai tanam, perawatan, sampai siap panen.

Manatar berharap kedepannya semakin banyak petani yang terlibat dan dalam setiap minggu ada sekitar 5-10 hektar lahan tani yang panen.

"Untuk saat ini beberapa negara seperti Malaysia, Korea Selatan, dan Singapura sudah menerima sampel sayuran semi organik dari Kabupaten Samosir dan sudah diuji oleh laboratorium, tetapi kuota untuk memenuhi permintaan belum bisa kita penuhi," tuturnya.

Kedepannya, tambah Manatar, akan terus mengedukasi dan membina masyarakat untuk mengembangkan pertanian organik, dan memang permintaan untuk sayur mayur yang organik jelas lebih tinggi khususnya di negara-negara maju.

"Kita juga akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mengurus ijin organik dan pelatihan dalam bidang pertanian," terang Manatar Rumapea.

Sebagai wujud penghargaan dan terima kasih kepada petani, Bupati Samosir secara resmi melepaskan pengiriman ekspor hasil pertanian sayur mayur, dengan ucapan doa dan syukur.(SBS).
×
Berita Terbaru Update