-->

Notification

×

iklan

Iklan

Aksi Dramatis Personil Polres Samosir Bekuk Pencuri Kotak Suara

Kamis, 27 Agustus 2020 | 13.39 WIB Last Updated 2020-08-27T16:43:15Z
Personil Polres Samosir melumpuhkan pelaku yang membawa kabur kotak suara.
Samosir(DN)
Secara tiba-tiba saat hendak menuju Kantor KPU, kendaraan petugas yang sedang mengangkut kotak suara yang didalamnya berisi surat suara Pasangan Calon Pilkada Samosir, dihentikan ditengah jalan oleh sejumlah orang tak dikenal.

Setelah para petugas yang sedang membawa kotak suara itu dilumpuhkan, beberapa orang yang tidak dikenal tersebut mengambil paksa dan membawa kabur kotak suara.

Mendengar informasi tersebut beberapa personil Polres Samosir datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya kepolisian melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Pengejaran yang dilakukan ditengah jalanan umum tersebut berlangsung sengit ketika antara mobil polisi dengan pelaku saling selip menyelip.
Awalnya kepolisian mencoba bernegosiasi dengan pelaku yang sudah terpojok setelah terjadi aksi kejar-kejaran.
Pada hadangan pertama mobil para pelaku berhasil meloloskan diri dan pengejaran kembali berlanjut.

Tak pantang mundur akhirnya salah satu mobil polisi berhasil menyelip dan menghadang mobil pelaku dengan aksi berbahaya secara berhadapan.

Sedangkan satu unit mobil lainnya menutup bagian belakang pergerakan mobil itu dan dua unit kendaraan roda dua milik Polisi menutup jalur bagian samping sehingga mobil pencuri terpojok.

Saat proses penangkapan sempat diwarnai aksi perlawanan oleh para pelaku. Namun berkat kemampuan bela diri personil Polres Samosir, para pelaku pun berhasil dibekuk dan ditangkap.
Polres Samosir membekuk salah satu pelaku yang membawa kabur kotak suara.
Kejadian tersebut merupakan skenario dari kegiatan simulasi sistem pengamanan (Sispam) kota yang digelar Polres Samosir di Jalan Depan Kantor Mapolsek Pangururan, Kamis, 27 Agustus 2020.

Pada simulasi yang dipimpin Kabag Ops, Kompol Bernard Naibaho dan disaksikan langsung Kapolres Samosir bersama Ketua KPU beserta komisioner, Ketua Bawaslu, Danramil Pangururan, perwakilan Kejari dan tokoh masyarakat itu, sejumlah potensi gangguan keamanan disimulasikan, termasuk strategi penanggulangannya.

Pada adegan berikutnya, diperagakan kerusuhan di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samosir. Dimana ratusan warga yang merupakan pendukung salah satu kontestan Pilkada Samosir itu mengamuk karena merasa tidak puas dengan hasil penghitungan suara.

Awalnya demonstrasi warga itu masih kondusif. Namun lama-kelamaan massa pengunjuk rasa terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian.
Unjuk rasa massa salah satu pasangan calon di kantor KPU Samosir dengan dikawal ketat kepolisian.
Aparat kepolisian pun berusaha bernegosiasi dengan perwakilan pengunjuk rasa agar kondisi tetap kondusif, namun negosiasi tersebut tidak berhasil.

Tiba-tiba saja massa memaksa masuk ke Kantor KPU Samosir dengan mencoba menerobos barikade polisi sembari melempari polisi dengan berbagai macam benda dan membakar ban.

Suasana semakin mencekam, massa semakin tidak terkendali. Polisi pun langsung bertindak tegas dengan mengerahkan pleton pengurai massa dengan peralatan yang lebih lengkap untuk menghalau mundur massa yang semakin beringas.
Pengunjuk rasa terlibat dorong mendorong dengan kepolisian.
Polisi kemudian menghalau massa dengan water cannon, sehingga massa mulai kocar-kacir. Tapi perlawanan belum berakhir, massa makin beringas dan terus melempari polisi dengan apa saja yang ada di sekitarnya.

Beberapa kali polisi menembakkan gas air mata ke tengah demonstran hingga membuat massa semakin kocar-kacir. Bahkan saking kencangnya tembakan air itu, banyak massa yang berjatuhan setelah terkena tembakan air tersebut.

Massa baru bisa dipukul mundur setelah polisi berhasil menangkap beberapa provokator. Akhirnya massa dapat dikendalikan dan pengunjuk rasa pelan-pelan mundur membubarkan diri hingga suasana kembali aman dan terkendali.
Pengunjuk rasa melempari personil Polres Samosir dengan batu.
Kapolres Samosir, AKBP M Saleh diwawancarai di lokasi mengatakan simulasi ini sebagai langkah kesiapsiagaan kepolisian resort Samosir menghadapi pilkada Desember mendatang.

"Simulasi kali ini merupakan persiapan atas kemungkinan yang tidak diinginkan. Namun bukan berarti kami berharap ada kerusuhan. Yang kami harapkan tetap mana dan kondusif," tambahnya.

Terkait mulai memanasnya perang saraf para pendukung di media sosial, Kapolres Samosir mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan kabar yang beredar di media sosial. Apalagi, lanjutnya, kabar yang sarat akan provokasi belum tentu kebenarannya.

"Apalagi menjelang Pilkada, bisa jadi ada banyak kabar hoaks yang beredar di media sosial. Maka kami himbau agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas Kabupaten Samosir yang dikenal kental adat istiadat dan budayanya. Serta orang Batak yang begitu erat rasa kekeluargaannya," pungkas AKBP M. Saleh.(SBS).
×
Berita Terbaru Update