-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Belanjakan Dana JPS Pemprovsu Di Daerah, Pedagang Berterimakasih Kepada Bupati Samosir

Minggu, 05 Juli 2020 | 16.02 WIB Last Updated 2020-07-05T10:21:43Z
Wartawan saat mewawancarai pedagang beras di Kecamatan Pangururan.
Samosir(DN)
Kabupaten Samosir merupakan satu dari sejumlah kabupaten/kota yang memilih dana bantuan sosial jaringan pengaman sosial (JPS) dari gugus tugas Pemerintah Propinsi Sumatera Utara ditransfer ke kas daerah tersebut.

Pilihan ini diambil Kabupaten Samosir yang dipimpin Bupati, Rapidin Simbolon guna membantu perekonomian (perputaran uang) di daerah tersebut. Dengan transfer dana, maka gugus tugas Kabupaten Samosir akan membelanjakannya di daerah tersebut, sehingga pedagang pun terbantu.

Atas hal tersebut, sejumlah pedagang sembako di Samosir khususnya Pangururan mengapresiasi atau angkat topi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir dibawah kepemimpinan Rapidin Simbolon.

Hal itu disampaikan beberapa pengusaha  sembako dan pekerja yang mempacking paket bantuan sembako dari Propinsi Sumut senilai Rp 4,3 miliar kepada 19.172 Kk warga Samosir yakni Timo br Simbolon Warga Sampur Toba Kecamatan Harian, Jaihut Simbolon pedagang beras, Hariono Situmorang  pedagang kelontong Warga Pardomuan I Kecamatan Pangururan, Magda Br Slialahi  Pangururan pekerja dan Erbin Situmorang (Supir).

Menurut mereka, bupati berhasil meyakinkan Gubernur Sumatra Utara H Edy Rachmayadi supaya alokasi anggaran jaring pengaman sosial (JPS) ke Kabupaten Samosir berbentuk uang bukan barang, supaya uangnya dibelanjakan di Samosir.
Berbincang-bincang dengan sejumlah pedagang di Kabupaten Samosir.
Pedagang beras Jaihut Simbolon dan Timo br Simbolon, mengatakan dengan perjuangan Bupati Samosir yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus  Corona (Covid-19) Kabupaten Samosir, dana  JPS dibelanjakan di Samosir.

Terobosan itu dinilai penting dilakukan di tengah pandemi Covid-19, karena selama ini banyak pedagang beras mengeluh yang kesulitan di tengah Covid-19. "Sehingga komitmen Rapidin Simbolon bisa mendorong perputaran uang di Samosir sedikit membaik, karena uangnya tinggal 50% kepada petani padi," ujar Jaihut Simbolon.

Hariono Situmorang pengusaha kelontong,  saat ditemui ditempat terpisah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Samosir.

"Dengan dibelanjakannya dana JPS di Samosir, menjadi semacam stimulus dimasa sulit ini. Dapat ikut kecipratan rejeki untuk memenuhi 8886 paket sembako di Kecamatan Pangururan, Simanindo dan Ronggur Nihuta," ujar Situmorang.

Seorang pekerja yang ikut serta mengemas paket sembako, Magda Silalahi mengucapkan terima kasih karena telah memberdayakan kami dalam pemenuhan paket bantuan senilai Rp225 ribu per paketnya.

Dia juga menyampaikan ditengah lesunya perekonomian akibat pandemi virus corona ini, sehingga dengan diberdayakannya masyarakat lokal dapat menambah pundi-pundi penghasilannya selaku ibu rumah tangga yang telah bekerja mengemas paket sembako selama 4 hari.

Erbin Situmorang, pemilik angkutan truk mengucapkan terimakasih kepada Bupati Samosir.

"Karena usaha yang gigih uang bansos dibelanjakan di Samosir, memberikan multiplier effect kepada kami usaha angkutan barang," tuturnya.

Diterangkan, hampir 3 tiga bulan dirinya berhenti beroperasi mengangkut material bangunan, belanja dan lainnya karena Covid-19. "Namun dengan adanya penyaluran bansos dari Propinsi ini, kami menjadi beroperasi mendistribusikan bantuan," ucap Situmorang.

Sementara itu, Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Samosir, Sardo Sirumapea selaku pejabat pembuat komitmen menyampaikan, pengadaan barang di setiap kecamatan berbeda-beda pengusahanya.

"Ini kita lakukan guna memberdayakan pengusaha yang ada di daerah (kecamatan) tersebut. Sehingga dana itu berputar di Kabupaten Samosir," pungkasnya.(SBS).
×
Berita Terbaru Update