-->

Notification

×

iklan

Iklan

Perbaiki Jalan Rusak, Masyarakat Dan Perantau Tanjung Bunga Bahu Membahu

Selasa, 03 Desember 2019 | 09.55 WIB Last Updated 2019-12-03T02:55:15Z
Masyarakat Desa Tanjung Bunga bergotong royong memperbaiki jalan rusak di desanya.
Samosir(DN)
Kekompakan masyarakat Desa Tanjung Bunga baik yang di bona pasogit maupun yang di perantauan terus terjalin baik. Kali ini kekompakan itu ditunjukkan lewat bahu membahu memperbaiki jalan rusak di desanya.

Ya, rusaknya sejumlah ruas jalan yang berada Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, membuat masyarakat setempat dibantu perantau turun langsung bergotong royong menanggulangi kerusakan jalan.

Jalan yang menghubungkan dusun Sitaotao dan Sijambur ini memang sudah rusak berat, jalan berlubang serta kondisi jalan yang berkelok-kelok dan menanjak, sangat was-was melintas di musim penghujan.

Salah satu koordinator kegiatan tersebut, Baktiar Uji Simalango bersama kepala desa Tanjung Bunga terpilih, Lasper Bartolomeus Sitanggang mengatakan jalan di desanya ini merupakan jalan vital yang setiap hari dilalui terutama para anak sekolah yang bersekolah ke Kota Pangururan.

Menurutnya, dengan kondisi jalan yang rusak ini, masyarakat dari dusun Sitaotao yang hendak ke Kota Pangururan dan sebaliknya masyarakat Tanjung Bunga yang hendak ke ladang mereka di Dusun Sitaotao mengalami kesulitan akses.

"Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan (kecelakaan) saat melewati jalan ini, terlebih saat ini musim penghujan, sehingga kami adakan gotong royong dengan bantuan partisipasi dari perantau kami," ujarnya.

Baktiar Uji Simalango sangat berharap agar Pemkab Samosir kedepannya memperhatikan jalan yang buruk di Desa Tanjung Bunga. Sehingga masyarakat di desa ini bisa menikmati infrastruktur jalan yang berkualitas.

Untuk melancarkan perbaikan jalan rusak tersebut, salah satu masyarakat Tanjung Bunga, Renaldi Naibaho yang merupakan anggota DPRD Samosir yang dilantik akhir November lalu juga turut berpartisipasi dengan meminta sejumlah alat berat Pemkab diturunkan ke lokasi gotong royong.
Sementara itu, salah satu perantau Tanjung Bunga, Jorminal Sitanggang menambahkan memang sebuah keprihatinan mengenai jalan ini. Diceritakan, ketika dirinya pulang kampung bulan lalu, beberapa titik jalan sudah cukup parah.

"Memang jalan tersebut tanggung jawab pihak kabupaten dan sudah berulang kali diusulkan agar diaspal. Dan sebagian sudah dicor walaupun seadanya. Tapi melihat kondisi jalan itu, kita selaku perantau tergerak untuk memperbaiki walaupun sekedar meratakan," kata Jorminal.

Ditambahkan perantau lainnya, Ludovikus Nadeak, melihat jalan rusak ini, seperti "menyabung nyawa" saat melewatinya. Ia beralasan dengan rute yang berkelok-kelok dan menurun, ditambah jalan becek saat hujan membuat was-was selama di perjalanan.

Maka jalan satu-satunya sembari menunggu tergerak hati para pemangku kepentingan di kabupaten, gotong royong memperbaiki jalan ini, solusi tepat yang bisa dilakukan.

"Puji Tuhan, saat dimulai gotong royong ini, para perantau tergerak hatinya untuk berpartisipasi untuk membayar pinjam sewa alat-alat yang dibutuhkan masyarakat memperbaiki jalan itu," pungkasnya.(SBS).
×
Berita Terbaru Update