-->

Notification

×

iklan

Iklan

Bantuan Kementan RI Berhasil, Kelompok Tani Maju Panen Bawang Merah

Jumat, 30 Juni 2023 | 19.39 WIB Last Updated 2023-06-30T14:43:25Z
Kelompok tani Maju bersama Bupati dan Anggota DPRD Samosir memanen bawang merah bantuan Kementan RI.
Samosir(DN)
Bantuan bibit dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Kelompok Tani Maju di Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjur Mula-mula mengundang Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom melakukan panen bawang merah, 30/06.

Turut hadir melakukan panen yakni, Anggota DPRD Samosir, Marco Simbolon, Plt. Kadis Pertanian Tumiur Gultom, Camat Sianjur Mulamula, Sihar Limbong, Kepala Desa Sianjur Aek Sipitudai Jenri J. Limbong, Ketua dan Anggota Kelompok Tani Maju, Ketua Kelompok Tani Manjae, Ketua Kelompok Tani Subur, Tim Ahli Martin Manurung, Darwis Damanik dan beberapa pengurus MMC di Kabupaten Samosir, Mahasiswa/i UGM dan Quality.

Panen bawang merah varietas ubi lancor milik kelompok tani maju ini, membuahkan hasil yang memuaskan. Bibit bawang merah bantuan Kementerian Pertanian tersebut mampu mencapai 16,8 ton/ ha kering panen dan berada diatas produksi secara nasional yang biasanya disekitar 12 ton/ ha.

Seperti diketahui, pasca banjir bandang yang merusak 6 ha lahan pertanian di Sianjur Mulamula, mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian seluas 25 ha.

Bantuan program fasilitasi sarana budidaya kawasan sayuran dan tanaman obat Kementan tersebut merupakan sinergitas Pemkab Samosir dengan pemerintah pusat yang juga berkat perhatian dan dukungan  Martin Manurung selaku perwakilan masyarakat di DPR RI kepada petani di Kabupaten Samosir.

Atas nama Pemkab Samosir, Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Menteri Pertanian RI, yang tidak henti-hentinya membantu petani di Kabupaten Samosir. 

Vandiko menyampaikan, bahwa sektor pertanian di Kabupaten Samosir cukup menarik perhatian kabupaten/kota di Sumatera Utara khususnya komoditi bawang merah.

"Produksi Bawang merah yang dulunya redup, kini sudah mulai dilirik, banyak Kabupaten/ kota di Sumut yang meminta kebutuhan bawang merah disuplai dari Kabupaten Samosir. Maka komoditi ini harus dipertahankan dan kejayaan Kabupaten Samosir sebagai penghasil bawang merah  harus dikembalikan. Mudah-mudahan hasil yang memuaskan ini dapat dicontoh daerah lain di Samosir," ungkap Vandiko. 

Lebih lanjut disampaikan, sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, sektor pertanian Kabupaten Samosir cukup menarik dan mendapat banyak bantuan dari pemerintah pusat. Mampu menarik perhatian pusat dengan terlaksananya Kawasan Pertanian Terpadu (KPT)  di kawasan Tele.

"Dari hasil data pertanian tahun lalu, pertanian bawang merah di Kabupaten Samosir surplus, pertanian di Samosir sudah on the track," tambahnya. 

Bupati Samosir menghimbau agar petani bekerja keras, menjadikan bantuan yang diberikan pemerintah menjadi berkat dalam peningkatan perekonomian. Saling bekerjasama dan terus belajar serta tidak membatasi diri dengan ilmu baru dibidang pertanian.

Terkait adanya isu negatif tentang bantuan dikalangan petani, Vandiko menegaskan agar masyarakat tidak mudah terpancing karena dari hasil bantuan tersebut petani mendapat hasil yang memuaskan. Bupati berharap selisih paham yang terjadi tidak mengurangi  perhatian Martin Manurung dan Kementan untuk membantu petani dan masyarakat Samosir.
Panen bawang merah bantuan Kementan RI.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian yang  selalu membantu petani kami. Terima kasih kepada Anggota DPR RI Martin Manurung yang bekerja nyata untuk membantu petani Kabupaten Samosir, dewan yang paling banyak membantu, hal ini karena adanya sinergitas yang baik, mari kita jalin sinergitas sudah baik selama ini," kata Vandiko mengakhiri.

Ketua Kelompok Tani Maju, Sangap Limbong, meminta dan tetap berharap bantuan dari pemerintah kepada kelompok tani terkhusus di Kecamatan Sianjur Mulamula. Sangap berharap, masalah yang terjadi tidak menghambat bantuan yang akan diberikan dan jangan terdampak kepada kelompok lainnya. 

Hal senada disampaikan ketua Kelompok tani manjae, Saut Limbong bahwa isu miring tersebut tidak benar. Diakui, bantuan yang diberikan pemerintah pusat tersebut berhasil.

Ditambahkan, Kades Aek Sipitudai Jenri J Limbong, mengaku prihatin dengan isu yang mengatakan bahwa pupuk dari Kementan palsu. "Saya selaku kades terpukul mendengar berita itu, terima kasih sudah diluruskan. Manusia tidak luput kesalahan, kami berharap, petani tetap diperhatikan dan dibantu. Mohon kami dimaafkan," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenri menyampaikan berbagai permohonan bantuan antara lain, pembenahan alur sungai, bantuan mesin pencacah kompos, dan pick up untuk pengangkutan hasil pertanian.

Sementara itu, Anggota DPRD Samosir, Marco Simbolon berharap petani dapat mensyukuri bantuan yang diberikan, harus dirawat dan diperjuangkan sehingga Sianjur Mulamula dapat sentra komunitas bawang di Kabupaten Samosir.

"Menjaga kesempatan untuk meningkatkan ekonomi dan membawa kembali nama Kabupaten Samosir sebagai penghasil bawang," ujarnya.

Sebagai anggota DPRD, Marco mengatakan  akan mendukung program pemkab terkhusus di bidang pertanian yang dapat membawa kesejahteraan masyarakat.

Terakhir, Kadis Ketapang dan Pertanian, Tumiur Gultom menyampaikan, hasil produksi bawang merah di Kabupaten Samosir mencapai 16,8 ton/ ha dan ada yang sampai 17 ton/ ha dan berada diatas produksi nasional.

Kedepan, Tumiur mengatakan akan mengaktifkan petani milenial, yang akan  diberi fasilitas lebih karena dianggap akan lebih tanggap tentang digital farming.

Selain itu, Tumiur mengajak petani untuk tidak membakar jerami, sebab dapat digunakan untuk pembuatan pupuk organik dan pihaknya bersedia mengerahkan alat pencacah.(Infosamosir). 

×
Berita Terbaru Update