-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

Pria di Tapteng Korbankan Harta dan Waktu Untuk Mengurusi Ribuan Penyu

Rabu, 01 Maret 2023 | 18.54 WIB Last Updated 2023-03-03T11:57:07Z
Ijeck terkagum mendengar kisah Budi.
Medan(DN)
Ketua Kelompok Konservasi Penyu Pantai Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sahbudi Sikumbang, tidak bisa menahan kesedihan saat ditanya Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah apa alasan mau mengorbankan harta dan waktu untuk mengurusi ribuan penyu.

Pria yang akrab disapa Budi ini mengaku sekitar tahun 2000 lalu, Ia memutuskan merawat penyu setelah melihat seekor penyu di pantai yang terus melihat ke arahnya dan sempat terlihat mengeluarkan air mata.

“Saya ke kanan dia (penyu) lihat saya ke kanan, saya jalan ke kiri dia lihat juga jadi kayak saya ngerasa dia minta pertolongan,” ujar Budi menjawab pertanyaan Musa Rajekshah di Rumah Dinas Wagub, Jalan Teuku Daud, Medan, Selasa (28/2).

Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini mengaku sempat dibilang gila dan dapat penolak dari keluarga. Namun Budi tetap berusaha mempertahankan pendapatnya hingga akhirnya saat ini, Budi telah memiliki 13 pekerja dan telah melepaskan sebanyak 10.875.000 tukik (bayi penyu) dan penyu sejak tahun 2013. 

Ia pun memberanikan diri menghubungi Wagub melalui pesan Whatsapp. “Kebetulan ada kenalan saya punya kontak Pak Wagub, saya whatsapp dan dibalas beliau dan kami disuruh datang kemari. Alhamdulilah, rasanya senang sekali. Kami berharap Pak Wagub bisa datang nanti ke tempat kami di Binasi, Tapteng,” harapnya.

Mendengar kisah Budi, Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah pun terkagum. Ia berjanji segera mungkin mengatur jadwal untuk mengunjungi Budi dan rekan-rekannya di Konservasi Penyu Pantai Binasi di Tapteng.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, tambahnya, segera melihat di bagian mana bisa membantu konservasi ini agar bisa bertahan dan terus berkembang.

"Nanti Insya Allah, kita berkunjung ke sana dan kita lihat dimana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bisa bantu karena memang kita tahu penyu ini termasuk hewan langka,” ujar Ijeck.(infosumut).
×
Berita Terbaru Update