-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

GAMKI Samosir Sesalkan Pelecehan Terhadap Kearifan Lokal Suku Batak di Pusuk Buhit

Selasa, 07 Desember 2021 | 03.54 WIB Last Updated 2021-12-07T13:13:49Z
Ketua DPC GAMKI Samosir, Renaldi Naibaho.
Samosir(DN)
Tingkah oknum pendeta yang melecehkan Pusuk Buhit, menuai amarah masyarakat Batak khususnya di Kabupaten Samosir. Bagaimana tidak, dalam sebuah video yang viral di jagat maya, memperlihatkan seorang pria yang berdiri sembari bernyanyi di parsaktian Gunung Pusuk Buhit.

Pria itu bernyanyi dan mengatakan “aku deklarasikan kemenangan di tanah Batak, aku injak kekuatan iblis, kekuatan roh setan apapun akan kupatahkan, akan kuhancurkan”.

Selanjutnya “penyembahan berhala kuhancurkan,” ucapnya dalam video sembari menginjak-injakkan kaki.

Sontak, hal ini pun mengundang kemarahan berbagai netizen. Kecaman terus bergulir dari berbagai elemen masyarakat bersuku Batak, juga lintas organisasi. Tidak ketinggalan, organisasi kepemudaan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) juga melontarkan kecamannya.

Sebagaimana disampaikan Ketua DPC GAMKI Kabupaten Samosir, Renaldi Naibaho, Senin, 6 Desember 2021. Menurutnya, perbuatan yang dilakukan oknum yang belum diketahui identitasnya tersebut, sungguh sangat tidak mencerminkan semangat nasionalisme yang mengaminkan adanya perbedaan suku, agama dan daerah, yang selama ini menjadi kekuatan Indonesia dalam bermasyarakat.

Menurutnya, si oknum tersebut tidak mengerti sejarah bangsa dalam hal ini sejarah suku Batak yang merawat kearifan lokal Gunung Pusuk Buhit sebagai wadah menghormati leluhur dan maha Pencipta.

"Kita sangat menyesalkan tindakan si oknum tersebut terlebih dia diduga bersuku Batak juga. Itu tidak mencerminkan sikap keberagamaan yang tinggi. Sebab, Tuhan yang maha kuasa sendiri menciptakan manusia berbeda-beda, baik jenis kelamin, warna kulit, suku, bangsa, bahasa, maupun agamanya," ungkap legislator Samosir dari Dapil 1 itu.

Meski demikian, Renaldi Naibaho meminta agar masyarakat Suku Batak tidak terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum untuk ditindaklanjuti.

GAMKI Samosir, sebutnya, mendukung aparat bersikap tegas terhadap kelompok masyarakat yang mengatasnamakan agama yang memaksakan kehendaknya ini, dengan melecehkan kearifan lokal suku Batak.

Ia menegaskan bahwa manusia dengan akal pikirannya diberikan kebebasan untuk memilih jalan hidupnya, termasuk memilih pikiran atau pandangan orang dan memilih keyakinan agamanya.

"Sikap dan tindakan yang paling penting sebagai umat beragama adalah memelihara kemajemukan itu sehingga terjadi harmoni dan kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat,” pungkas Sintua di HKBP Tanjung Bunga tersebut.
×
Berita Terbaru Update