-->

Notification

×

iklan

Iklan

Terus Melaju, KMM Menatap Tahun 2021 Dengan Target Asset Rp1 Triliun

Kamis, 10 Desember 2020 | 09.33 WIB Last Updated 2020-12-10T07:33:20Z
Ketua KMM Drs Tumbur Naibaho MM FSAI rapat kerja bersama Wakorwil Sumut 2B dan Wakorwil Sumut 2A.
Samosir(DN)
Menutup akhir tahun 2020 ditengah ketidakpastian ekonomi akibat hantaman pandemi Covid-19, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Makmur Mandiri yang familiar disingkat KMM semakin percaya diri menatap awal tahun yang baru di 2021.

Pasalnya, dukungan anggota yang kian membesar membuat KSP Makmur Mandiri (KMM) semakin percaya diri dalam melangkah. Tidak tanggung-tanggung, Koperasi yang dipimpin Drs. Tumbur Naibaho MM FSAI ini menargetkan pertumbuhan yang tinggi pada tahun depan meski kondisi perekonomian tengah resesi.

Diwawancarai di ruang kerja SPBU Pangururan, Ketua KMM Drs. Tumbur Naibaho MM FSAI saat rapat kerja bersama wakil koordinator wilayah Sumut 2B, Alipen Malau dan Wakorwil Sumut 2A, Sondang Sinurat, mengungkapkan pada 2021 pihaknya menargetkan pencapaian aset lebih dari Rp1 triliun. Saat ini masih berada di level Rp500 miliaran.

"Target itu cukup realistis sesuai dengan perkembangan kami dimana kepercayaan anggota semakin meningkat,” ungkap Tumbur, putra kelahiran Desa Tanjung Bunga, Kabupaten Samosir itu, Selasa, 8 Desember 2020 di ruang kerja SPBU Pangururan.

Dukungan anggota yang meningkat terhadap koperasi tidak lepas dari inovasi yang dilakukan Perngurus di bawah komando Tumbur. Pengembangan usaha di sektor riil seperti pom bensin merupakan salah satunya.

Kini, KMM sudah memiliki dua unit SPBU di Kabupaten Samosir Sumatera Utara dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Keberadaan SPBU yang dikelola KMM itu secara tidak langsung ikut menggairahkan perekonomian daerah setempat, termasuk usaha para anggota. Ini menaikkan citra positif koperasi dan berdampak pada peningkatan jumlah masyarakat yang mendaftar sebagai anggota.
Kantor pusat KMM di Bekasi Jawa Barat.
Selain mengelola usaha pom bensin, sektor riil lain yang digarap koperasi terbesar di Bekasi itu adalah bisnis kopi. Tabo Kopi dipasarkan melalui seluruh jaringan kantor cabang yang kini jumlahnya mencapai 150 kantor di 21 Provinsi di Indonesia. Sehingga ketika anggota atau tamu menyambangi kantor cabang dapat menikmati secangkir kopi. Uniknya, kopi ini dipasok oleh anggota yang juga memiliki usaha berjualan kopi.

Untuk mengejar target aset di atas Rp1 triliun, Pengurus membidik penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun pada tahun depan. Sektor usaha mikro kecil produktif milik anggota tetap menjadi sasaran agar usaha mereka lebih berkembang. Ini sekaligus meringankan beban perekonomian di tengah pandemi yang belum pasti kapan berakhirnya.

Suami Jusniar Simbolon itu menambahkan, pinjaman lunak dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM sebesar Rp50 miliar semakin menambah amunisi koperasi untuk membiayai usaha anggota. Selain itu, juga menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari pemerintah terhadap usaha KMM. “Pinjaman dari LPDB selain menambah modal usaha juga menandakan Pemerintah percaya terhadap usaha kami,” ungkap Tumbur.

Pinjaman dari LPDB itu telah disalurkan kepada 12 ribu anggota yang memiliki usaha produktif.  Dengan jumlah anggota sekitar 70 ribu orang, kata Tumbur, jumlah pinjaman itu memang masih kurang. Oleh karenanya, ia berharap dapat kucuran dana yang lebih besar lagi yakni senilai Rp100 miliar agar seluruh anggota dapat terlayani.

KMM memiliki produk simpanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yaitu Simpanan Kesejahteraan Mandiri (SKM), Simpanan Berjangka, Simpanan Berencana, dan Simpanan Hari Tua.

Produk simpanan yang bervariasi memudahkan anggota untuk menyimpan dananya sesuai dengan keperluan. Misalnya jika ingin mendapat margin yang lebih tinggi maka dapat memiliki Simpanan Berjangka. Namun jika ingin merencanakan pensiun dengan nyaman dapat memilih produk Simpanan Hari Tua.
Ketua KMM Drs Tumbur Naibaho MM FSAI.
Selain menggenjot penyaluran pinjaman dan simpanan, KMM juga akan gencar melebarkan sayap. Ditargetkan pada tahun depan, berdiri 200 kantor cabang di seluruh Indonesia. Ini dilakukan agar dapat melayani lebih banyak anggota. Ekspansi kantor ini disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi ekonomi suatu daerah.

Penambahan kantor cabang itu juga menunjukkan keseriusan KMM untuk membantu sesama, sebagaimana filosofi yang dianutnya. Sebab, adanya kantor cabang yang terjangkau akan memudahkan anggota dalam bertransaksi di koperasi. “Rencananya sampai akhir 2021 kita akan menambah kantor cabang menjadi 200 kantor,” ungkap Tumbur.

Perluasan kantor cabang juga dibarengi dengan peningkatan infrastruktur teknologi digital untuk mendukung layanan prima kepada anggota. Apalagi kini masyarakat semakin gandrung dengan digital. Hampir seluruh aktivitas pribadi kini bisa dilakukan dengan digital mulai dari transaksi pembayaran sampai investasi.

KMM menyadari bahwa digitalisasi akan membuat layanan lebih mudah, lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien. Anggota pun akan merasa nyaman dengan hadirnya layanan koperasi berbasis digital.

Oleh karenanya, KMM merespons perkembangan tersebut dengan menghadirkan aplikasi Makmur Mandiri Mobile. Aplikasi ini memiliki fitur yang beragam, antara lain penyetoran simpanan maupun pinjaman, permohonan pinjaman, pengajuan menjadi anggota, pembelian pulsa, token, membayar asuransi dan fitur lainnya.

Makmur Mandiri Mobile memberi pengalaman baru kepada anggota. Layanan ini menandakan satu langkah modernisasi yang telah dilakukan KMM. Oleh karenanya, layanan koperasi kini sudah sejajar dengan layanan lembaga keuangan lainnya. Ini dapat menambah kepercayaan diri anggota dalam berkoperasi.

"Digitalisasi akan terus kami kembangkan yang didukung dengan peningkatan kualitas SDM untuk menghadirkan layanan yang semakin berkualitas,” ujar Tumbur.

Kini, KMM yang didirikan pada 22 Juni 2009 itu sudah memiliki produk dan layanan yang semakin beragam dan modern. Hal itu menjadi bekal penting  untuk mencapai target yang telah dianggarkan pada tahun depan.(SBS).
×
Berita Terbaru Update