-->

Notification

×

iklan

logog

Iklan

logog

GTPP Covid-19 Samosir: Terpapar Itu Mahal

Selasa, 21 Juli 2020 | 21.10 WIB Last Updated 2020-07-25T08:11:27Z
Ilustrasi.(Okezone).
Samosir(DN)
GTPP COVID-19 Samosir mengimbau masyarakat Samosir agar tetap serius melakukan protokol kesehatan secara ketat dan mengikuti pedoman normal baru yang telah dikeluarkan oleh Bupati Samosir.

Himbauan ini dikaitkan dengan harga yang akan dibayar seseorang jika terpapar dan kemudian menjalani perawatan untuk kesembuhan.

"Secara sosial, orang terpapar akan mengalami stigmatisasi buruk orang-orang sekitar dalam bentuk penghindaran dan/atau bahkan penolakan. Hal ini akan berdampak pada kondisi psikologis orang terpapar dan keluarganya," ujar Kadis Kominfo, Rohani Bakkara, Selasa, 21 Juli 2020.

Selain itu, Jubir GTPP Covid-19 Samosir ini menambahkan, biaya perawatan yang ditanggung sebesar lebih kurang seratus juta rupiah. Bagaimana jika biaya ini ditanggung secara swadana? Tentu saja, tidak semua orang dapat menyediakan biaya perawatan sebesar itu.

"Jika belum terpapar, harga yang harus dibayar adalah melakukan protokol kesehatan secara ketat dan mengikuti pedoman tata normal baru secara serius. Harga ini lebih murah dibandingkan dengan harga ketika belum terpapar," ungkapnya.

Perlu diingat, penularan COVID-19 sangat mudah dari orang ke orang. Oleh karena itu, GTPP COVID-19 Samosir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bayar harga yang lebih murah.

Yaitu: pakai masker, sering cuci tangan pakai sabun di air mengalir dan/atau hand sanitizer, jaga jarak (minimal 1 meter), hindari kerumunan sedapat mungkin, tetap waspada namun tidak panik, sadari hidup berdampingan dengan potensi penularan.

Jika ada yang lebih murah, kenapa harus pilih yang mahal? Marilah hidup berbasis protokol kesehatan dan pedoman normal baru. Kita jadikan itu sebagai kebutuhan seperti kebutuhan makanan dan minuman.

"Kita dukung upaya pemerintah untuk mensinkronisasi agar masyarakat aman dari COVID-19 dan memulihkan roda perekonomian pada sektor-sektor yang telah ditetapkan," pungkas Rohani.(SBS).
×
Berita Terbaru Update